Sering diukur dengan PDB (produk domestik bruto), ukuran ekonomi sering didefinisikan oleh nilai total semua barang dan jasa yang diproduksi di wilayah suatu negara. Ini memberi kita angka yang bagus, bulat (dan sering kali sangat besar) untuk ditempel di samping nama suatu negara, yang memudahkan untuk membandingkannya dengan negara lain.
Jadi, apa saja ekonomi terbesar di dunia ?
7 Ekonomi Terbesar di Dunia
Tanpa basa-basi lagi, berikut adalah 10 ekonomi terbesar di dunia. Ini adalah proyeksi IMF ( Dana Moneter Internasional) untuk tahun 2025, yang diperingkat berdasarkan PDB nominal. Semua angka dalam dolar AS.
1. Amerika Serikat ($30,34 triliun)
Mungkin tidak mengherankan jika Amerika Serikat berada di urutan teratas. AS telah menjadi komponen utama PDB dunia setidaknya sejak Perang Dunia Kedua, dan karena dolar adalah mata uang cadangan dunia, ia merupakan kekuatan domestik sekaligus target bagi banyak investasi asing.
Namun, karena menurunnya investasi pemerintah (terutama pada hal-hal seperti infrastruktur, yang di Amerika telah lama mengalami penurunan parah), dan meningkatnya biaya perawatan kesehatan dan kebutuhan pokok lainnya, status negara sebagai ekonomi terbesar dunia dan pemimpin dalam PDB global menjadi semakin lemah.
2. Tiongkok ($19,53 triliun)
China adalah kisah sukses besar terkini dalam daftar ini, yang memperoleh status sebagai ekonomi terbesar kedua dalam seperempat abad terakhir.
Negara ini berada di luar 10 besar pada tahun 2000, tetapi posisinya saat ini dalam ekonomi global banyak dipengaruhi oleh kombinasi privatisasi yang diarahkan negara dan investasi besar-besaran dalam infrastruktur dan industri.
Seperti banyak negara besar lainnya, ekonomi Tiongkok menghadapi tantangan, termasuk bagaimana mempertahankan pertumbuhan ekonominya, setelah menetapkan ekspektasi yang begitu tinggi. Tiongkok juga memiliki masalah ketimpangan dan lingkungan yang serius, yang merupakan produk sampingan dari ekonominya yang sangat pesat yang berkontribusi terhadap pertumbuhan global setelah krisis keuangan tahun 2008.
3. Jerman ($4,92 triliun)
Jerman memiliki ekonomi terbesar ketiga di dunia dan ekonomi terbesar di Eropa. Oleh karena itu, Jerman merupakan pemain ekonomi dan politik utama, dan dikenal karena manufakturnya yang berkualitas tinggi.
Sektor utama dalam ekonomi Jerman meliputi otomotif , bahan kimia, dan telekomunikasi, serta industri jasa seperti pariwisata dan perawatan kesehatan.
4. Jepang ($4,39 triliun)
Analisis ekonomi Jepang tidak dapat dipungkiri membingungkan: Ekonominya, selama beberapa dekade, merupakan keberhasilan yang paling dirayakan di dunia, menyaingi Eropa dan Amerika Serikat. Kemudian tibalah “dekade yang hilang” yang terkenal pada tahun 1990-an, ketika pertumbuhan melambat secara signifikan. Jepang juga terguncang, bersama dengan seluruh dunia, oleh krisis keuangan tahun 2008.
Baru-baru ini terjadi sedikit pemulihan, dengan pertumbuhan ekonomi baru dalam industri ekspor yang membuat Jepang terkenal. Seperti banyak masyarakat modern lainnya, Jepang memiliki populasi yang menua , sehingga menimbulkan beberapa tantangan terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan.
5. India ($4,27 triliun)
India, sebagai ekonomi terbesar kelima di dunia, adalah negara lain yang tengah bangkit, tetapi juga menghadapi tantangan besar, baik sosial maupun lingkungan. Meskipun pemerintah India telah mengambil langkah-langkah untuk mendorong investasi asing dan pembangunan dalam negeri, sebagian besar penduduknya masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar.
Pertumbuhan pesat dan modernisasi di kawasan perkotaan telah mengakibatkan manfaat yang tidak merata bagi masyarakat secara keseluruhan, bahkan ketika kaum elit negara tersebut berupaya keras bersaing dengan negara-negara ekonomi maju lainnya.
6. Inggris ($3,73 triliun)
Hari-hari Kekaisaran Inggris sudah lama berakhir, tetapi Inggris masih memiliki posisi sebagai ekonomi terbesar keenam di dunia.
Sektor jasa merupakan sektor yang terbesar dan paling penting secara ekonomi: keuangan, asuransi, dan layanan bisnis internasional. London terkenal sebagai pusat keuangan internasional, dan juga merupakan salah satu kota termahal di dunia.
Brexit , atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa, telah menimbulkan dampak pada ekonomi Inggris yang masih berlangsung, sehingga posisi Inggris dalam daftar mendatang masih belum pasti.
7. Prancis ($3,28 triliun)
Prancis, dengan ekonomi terbesar ketujuh di dunia, juga merupakan tujuan wisata terbesar di dunia, jadi tidak mengherankan jika pariwisata menjadi penyumbang utama PDB-nya. Prancis memiliki serikat pekerja yang kuat dan banyak pengeluaran pemerintah, yang menjadi faktor tingginya biaya tenaga kerja.
Perekonomian Prancis juga mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan dengan beberapa negara Eropa lainnya — dan, seperti banyak masyarakat lainnya, terdapat ketegangan politik dan ekonomi antara daerah perkotaan dan pedesaan di negara tersebut.
Banyak pekerja perkotaan menganggap diri mereka sebagai “tenaga kerja yang sangat terampil” dan menuntut gaji yang lebih tinggi, sementara pertanian dan beberapa sektor manufaktur mengalami stagnasi.