Selamat datang dalam perjalanan seru menjelajahi kota-kota terbesar di dunia! Dalam daftar “9 Kota Terbesar di Dunia” ini, kita akan menjelajahi lanskap perkotaan yang memukau yang memikat jutaan penduduk dan meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di panggung global. Dari kota-kota besar yang memadukan tradisi dan modernitas hingga pusat perdagangan dan budaya yang ramai, kota-kota ini mewakili lambang pencapaian manusia dan kekayaan peradaban yang beragam. Bergabunglah dengan kami saat kami mengungkap 9 kota terbesar di dunia, masing-masing menawarkan pengalaman unik dan menakjubkan yang menggambarkan esensi kehidupan perkotaan di abad ke-21.
1: Tokyo, Jepang (37,3 Juta)
Tokyo, ibu kota Jepang, terkenal sebagai salah satu kota metropolitan paling makmur di dunia. Kota ini merupakan tempat perpaduan yang menarik antara yang lama dan yang baru, memadukan tradisi yang telah ada selama berabad-abad dengan puncak inovasi teknologi dan modernitas. Sebagai jantung ekonomi, politik, dan budaya Jepang, Tokyo menceritakan kisah menarik tentang kemajuan, pelestarian, dan semangat yang menggetarkan. Energinya yang luar biasa, ditambah dengan rasa tradisi yang mendalam, menciptakan pesona unik yang membedakan Tokyo dari kota-kota besar dunia lainnya.
Populasi dan Luas Wilayah: Pada tahun 2023, populasi Tokyo diperkirakan sekitar 8,3 juta jiwa di kota itu sendiri dan lebih dari 37 juta jiwa di Kawasan Tokyo Raya, menurut sensus terbaru. Dengan luas wilayah 845 mil persegi (2.188 kilometer persegi), Tokyo merupakan wilayah metropolitan terpadat di dunia. Kepadatan penduduknya sekitar 9.822 jiwa per mil persegi (3.793 jiwa per kilometer persegi) di kota tersebut.
Laju pertumbuhan penduduk Tokyo relatif lambat, sejalan dengan tren umum di Jepang, negara yang menghadapi tantangan demografi karena angka kelahiran yang rendah dan populasi yang menua. Meskipun demikian, Tokyo terus menarik orang dari seluruh Jepang dan dunia karena peluang kerja yang melimpah dan standar hidup yang tinggi.
Geografis: Tokyo terletak di bagian tenggara Pulau Honshu, pulau terbesar di Jepang. Koordinat kota ini kira-kira 35.6895° Lintang Utara dan 139.6917° Bujur Timur. Geografi Tokyo beragam, dengan berbagai medan yang meliputi dataran pantai di timur dan daerah perbukitan terjal di barat.
Gunung Kumotori, titik tertinggi di Prefektur Tokyo, berada pada ketinggian 6.617 kaki (2.017 meter). Titik terendah berada di Teluk Tokyo, yang berada di permukaan laut. Teluk Tokyo merupakan teluk kecil di Samudra Pasifik dan merupakan bagian penting identitas Tokyo sebagai kota maritim.
Fitur alam seperti sungai, gunung, dan danau membentuk lanskap kota Tokyo. Sungai-sungai penting seperti Sungai Sumida dan Sungai Tama menyediakan pemandangan yang indah dan memainkan peran penting dalam sistem air kota. Perbukitan Tama, yang terletak di Tokyo bagian barat, menawarkan hamparan keindahan alam di tengah hiruk pikuk kota.
Iklim: Iklim Tokyo tergolong subtropis lembap, ditandai dengan musim panas yang panas dan lembap serta musim dingin yang umumnya ringan. Suhu rata-rata berkisar antara 41 °F ( 5,2°C) pada bulan Januari, bulan terdingin, hingga sekitar 81 °F ( 27,0°C) pada bulan Agustus, bulan terpanas.
Tokyo mengalami curah hujan yang tinggi, dengan curah hujan tahunan biasanya melebihi 59 inci (1.500 mm). Musim hujan biasanya terjadi dari awal Juni hingga pertengahan Juli, diikuti oleh musim topan dari Agustus hingga Oktober. Ada empat musim yang berbeda di Tokyo: musim semi (Maret hingga Mei), musim panas (Juni hingga Agustus), musim gugur (September hingga November), dan musim dingin (Desember hingga Februari).
Demografi: Secara etnis, Tokyo, seperti wilayah Jepang lainnya, sebagian besar dihuni oleh orang Jepang. Namun, karena pengaruhnya secara global, Tokyo menjadi rumah bagi semakin banyak penduduk asing, termasuk warga Tiongkok, Korea, Filipina, dan warga negara Barat.
Distribusi usia mencerminkan tren demografi yang lebih luas di Jepang: populasi yang menua. Proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas lebih tinggi daripada mereka yang berusia di bawah 15 tahun. Hal ini memiliki implikasi yang mendalam bagi kebijakan sosial Tokyo, khususnya dalam perawatan kesehatan dan jaminan sosial.
Bahasa Jepang adalah bahasa utama yang digunakan di Tokyo, dengan sebagian kecil penduduk berbicara bahasa Inggris dan bahasa lainnya. Shintoisme dan Buddhisme adalah agama utama di Tokyo, dengan sebagian kecil penduduk yang mengidentifikasi diri sebagai penganut Kristen atau penganut agama lain.
Infrastruktur: Infrastruktur Tokyo merupakan salah satu yang paling maju di dunia, yang mencerminkan status kota ini sebagai kota global terkemuka. Sistem transportasi publiknya yang efisien dan luas sudah melegenda, dengan Metro Tokyo yang terkenal di dunia, jaringan bus yang luas, dan layanan Shinkansen (kereta peluru). Bandara internasional utama Tokyo, Haneda, merupakan salah satu yang tersibuk di dunia.
Infrastruktur utilitas kota ini kuat, menyediakan akses yang andal terhadap listrik, gas, dan air bersih. Pengelolaan limbah berjalan efisien, dengan sistem daur ulang yang ketat untuk mengelola hasil limbah kota.
Tokyo berada di garis depan komunikasi teknologi, menawarkan akses internet berkecepatan tinggi di mana-mana, jaringan 5G, dan layanan TI mutakhir. Kota ini juga merupakan rumah bagi banyak perusahaan teknologi dan elektronik terkemuka, yang berkontribusi pada lingkungan teknologi canggih.
Layanan kesehatan di Tokyo sangat unggul, dengan rumah sakit kelas dunia, teknologi medis canggih, dan rasio dokter-pasien yang tinggi. Sistem layanan kesehatan universal Jepang memastikan semua penduduk, termasuk mereka yang tinggal di Tokyo, memiliki akses ke layanan kesehatan yang terjangkau.
Ekonomi: Tokyo, pusat ekonomi Jepang, merupakan salah satu kota paling makmur di dunia. Kota ini merupakan pusat keuangan yang penting secara global, menjadi tempat Bursa Efek Tokyo dan kantor pusat sejumlah perusahaan multinasional. Pada tahun 2023, PDB kota ini melampaui $1,5 triliun, menjadikannya salah satu ekonomi terdepan di dunia.
Struktur ekonomi kota ini beragam. Industri jasa, termasuk keuangan, asuransi, dan real estat, merupakan sektor yang paling dominan, yang menyumbang sebagian besar ekonomi Tokyo. Selain itu, Tokyo merupakan pusat penting bagi sektor manufaktur, khususnya elektronik, mobil, dan peralatan presisi.
Tingkat pengangguran di Tokyo tinggi, dengan tingkat pengangguran lebih rendah dari rata-rata nasional. Kota ini menawarkan banyak peluang kerja di berbagai sektor, yang menarik orang dari seluruh Jepang dan dunia.
Pariwisata merupakan penyumbang signifikan bagi perekonomian Tokyo. Pariwisata menjadi daya tarik bagi wisatawan internasional, yang tertarik dengan situs-situs bersejarah, arsitektur modern, dan budaya yang dinamis di kota ini. Pada tahun 2019, sebelum pandemi COVID-19, kota ini menyambut lebih dari 30 juta wisatawan, yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomiannya.
Tata Kelola: Pemerintah Metropolitan Tokyo, yang berpusat di Gedung Pemerintah Metropolitan Tokyo yang menjulang tinggi di Shinjuku, mengelola kota ini. Pemerintah ini menyediakan berbagai layanan mulai dari perawatan kesehatan, kesejahteraan, penanggulangan bencana hingga kebijakan lingkungan.
Pendidikan di Tokyo berada di bawah pengawasan Dewan Pendidikan Metropolitan Tokyo. Kota ini menawarkan sistem pendidikan yang komprehensif, dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi. Sekolah negeri dan swasta berdiri berdampingan, menyediakan beragam pilihan bagi penduduk.
Ruang publik di Tokyo dirawat dengan sangat teliti. Taman-taman seperti Taman Ueno, Taman Yoyogi, dan Taman Timur Istana Kekaisaran menyediakan ruang hijau yang penting bagi penduduk di kota metropolitan yang ramai ini. Selain itu, perencanaan kota Tokyo sangat mementingkan pembangunan berkelanjutan, yang memastikan keseimbangan yang cermat antara pertumbuhan kota dan pelestarian lingkungan.
Budaya dan Hiburan: Dunia budaya dan hiburan Tokyo sangat beragam dan semarak. Kota ini menjadi rumah bagi banyak bangunan bersejarah, termasuk Istana Kekaisaran Tokyo yang bersejarah, Museum teamLab Borderless yang berteknologi maju, dan Tokyo Skytree yang ikonis.
Dunia seni di kota ini dinamis, dengan berbagai galeri seni dan museum. Museum Seni Mori dan Museum Seni Modern Nasional merupakan tempat yang terkenal bagi para penggemar seni. Selain itu, budaya teater Tokyo, yang menampilkan pertunjukan Kabuki dan Noh tradisional di samping teater modern, sedang berkembang pesat.
Festival merupakan aspek penting dalam kehidupan budaya Tokyo. Dari Festival Musim Panas Tokyo yang megah hingga Festival Asakusa Sanja yang penuh warna, acara-acara ini menambah irama dan kemeriahan kehidupan kota.
Olahraga memiliki pengaruh yang cukup besar di Tokyo. Kota ini menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas dua kali, pada tahun 1964 dan 2021, yang mengukuhkan statusnya sebagai pusat olahraga utama. Bisbol dan sepak bola populer, dengan kota ini menjadi tuan rumah bagi beberapa tim profesional, dan pertandingan gulat sumo menarik banyak penonton.
Keamanan dan Keselamatan: Tokyo dikenal dengan tingkat kejahatannya yang rendah, sehingga menjadikannya salah satu kota teraman di dunia. Penegakan hukum yang kuat di kota ini, penghormatan budaya terhadap hukum dan ketertiban, serta struktur sosial yang kohesif berkontribusi pada keselamatan ini.
Layanan darurat di Tokyo sangat efisien, dengan sistem yang kuat untuk menangani keadaan darurat medis, kebakaran, dan polisi. Selain itu, kota ini dilengkapi dengan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana yang canggih, mengingat kerentanan Jepang terhadap gempa bumi dan bencana alam lainnya. Pusat evakuasi, latihan tanggap darurat, dan kampanye kesadaran publik merupakan bagian integral dari strategi manajemen bencana Tokyo.
Pendidikan dan Penelitian: Tokyo merupakan pusat pendidikan dan penelitian, yang menjadi tempat berdirinya universitas-universitas papan atas seperti Universitas Tokyo dan Institut Teknologi Tokyo. Institusi-institusi ini terkenal akan standar akademisnya yang ketat, fasilitas penelitian yang luas, dan kontribusinya terhadap berbagai bidang ilmiah.
Lembaga penelitian di Tokyo memimpin dalam inovasi teknologi, penelitian ilmiah, dan terobosan medis. Lembaga terkemuka termasuk RIKEN, organisasi penelitian terbesar di Jepang, dan Institut Penelitian Fisika dan Kimia.
Berbagai beasiswa tersedia bagi mahasiswa domestik dan internasional di Tokyo, yang ditawarkan oleh pemerintah dan lembaga swasta. Beasiswa ini bertujuan untuk mempromosikan pertukaran pendidikan dan budaya serta mendukung mahasiswa berbakat dalam mengejar prestasi akademis mereka.
Sorotan Sejarah
Sejarah Tokyo adalah narasi menawan yang membentang berabad-abad lamanya, menampilkan perpaduan menarik antara tradisi, transformasi, dan ketahanan.
1600-an: Daerah yang sekarang dikenal sebagai Tokyo awalnya adalah desa nelayan kecil bernama Edo. Transformasi sesungguhnya dimulai pada tahun 1603 ketika Tokugawa Ieyasu, shogun dari Keshogunan Tokugawa, mendirikan Edo sebagai markasnya. Ini menandai dimulainya periode Edo (1603-1868), masa damai dan pertumbuhan yang signifikan, menjadikan Edo salah satu kota terbesar di dunia dengan lebih dari satu juta penduduk.
Restorasi Meiji: Restorasi Meiji tahun 1868 menandai titik balik utama dalam sejarah Tokyo. Kaisar pindah dari Kyoto ke Edo, menandai berakhirnya era keshogunan, dan Edo berganti nama menjadi “Tokyo,” yang berarti “Ibu Kota Timur.” Periode ini menyaksikan modernisasi yang pesat dan pengaruh Barat dalam arsitektur, budaya, dan pemerintahan.
Perang Dunia II: Tokyo mengalami kehancuran yang signifikan selama Perang Dunia II, dengan banyak serangan udara yang merusak sebagian besar kota dan mengakibatkan banyaknya korban jiwa. Namun, kota ini menunjukkan ketahanan yang luar biasa di era pascaperang, membangun kembali dan memodernisasi dengan cepat. Olimpiade Musim Panas 1964 di Tokyo melambangkan keberhasilan pemulihan dan kemunculan kembali kota ini di panggung dunia.
Cerita Unik dan Menarik
Tokyo, dengan sejarahnya yang kaya dan budaya yang semarak, adalah rumah bagi kisah menarik yang tak terhitung jumlahnya.
Menara Tokyo: Salah satu kisah tersebut adalah pembangunan Menara Tokyo, simbol ikonik kota tersebut. Dibangun pada tahun 1958, menara ini berdiri setinggi 1.093 kaki (333 meter), melampaui modelnya, Menara Eiffel, setinggi 43 kaki (13 meter). Hebatnya, pembangunan Menara Tokyo sepenuhnya dilakukan di dalam negeri, menggunakan besi tua dari tank dan kapal perang yang rusak akibat Perang Dunia II, yang melambangkan ketahanan dan pemulihan negara dari kehancuran akibat perang.
Pasar Ikan: Kisah menarik lainnya berkisar pada Pasar Ikan Tsukiji, salah satu pasar makanan laut terbesar di dunia. Pasar ini dipindahkan ke Toyosu pada tahun 2018, tetapi warisannya terus berlanjut. Pasar ini merupakan pusat yang ramai di mana pelelangan tuna akan dimulai pada pukul 5:00 pagi, dan tuna kualitas premium akan dijual dengan harga yang sangat tinggi. Tuna sirip biru termahal yang dijual di sini terjual dengan harga yang sangat tinggi yaitu 333,6 juta yen (sekitar 3 juta USD) pada tahun 2019.
Supernatural: Cerita-cerita Tokyo juga mencakup dunia supranatural. Salah satu contohnya adalah legenda “Hantu Kisaragi”. Cerita ini terkait dengan Stasiun Kisaragi, stasiun yang konon tidak ada di jaringan kereta Tokyo. Legenda ini, yang berasal dari sebuah posting forum internet, menceritakan tentang seorang penumpang yang menemukan dirinya di stasiun yang tidak dikenal dan tidak dapat kembali ke dunia nyata, sehingga menjadikannya mitos urban modern.
Tokyo, kota metropolitan yang dinamis, mewujudkan kesatuan unsur tradisional dan modern, kehidupan kota yang ramai, dan keindahan alam yang damai. Ukuran dan kepadatannya yang sangat besar, keragaman geografis, iklim yang semarak, struktur demografi, dan infrastruktur yang sangat maju menjadikannya kota yang tidak ada duanya. Tokyo terus menjadi pengaruh global yang signifikan dan tempat yang menarik untuk tinggal, bekerja, dan menjelajah. Dengan kemampuan yang tak tertandingi untuk menemukan kembali dirinya sendiri sambil menghormati akarnya, Tokyo tetap menjadi simbol ketahanan dan inovasi yang luar biasa di panggung global. Tokyo berada di peringkat #1 dalam daftar 10 Kota Terbesar di Dunia.
2: Delhi, India (32 Juta)
Delhi, ibu kota India, bukan sekadar kota, tetapi museum hidup. Kota ini berdiri sebagai simbol masa lalu India yang kaya dan masa kini yang berkembang pesat, menjadikannya destinasi penting di peta global. Kota ini berpadu sempurna dengan perpaduan menarik antara sejarah dan modernitas, warisan dan budaya, mistik dan pesona, sekaligus. Delhi lebih dari sekadar kota; kota ini adalah sebuah pengalaman. Kota metropolitan ini mengungkap bab-bab dari era lampau dan berjalan di jalur pembangunan secara bersamaan, menjadikannya entitas yang mendebarkan dan semarak.
Jumlah Penduduk dan Luas Wilayah: Jumlah penduduk perkotaan Delhi mencapai 32 juta jiwa (10,9 juta di dalam kota itu sendiri), meningkat sekitar 20% dari sensus sebelumnya pada tahun 2011. Hal ini menjadikannya kota terpadat kedua di India setelah Mumbai dan salah satu kota terpadat di dunia.
Meskipun penduduknya padat, Delhi meliputi area seluas 573 mil persegi (1.484 kilometer persegi), sehingga kepadatan penduduknya sekitar 19.022 orang per mil persegi (7.345 orang per kilometer persegi). Namun, laju pertumbuhan penduduk kota ini telah melambat selama bertahun-tahun, sebuah tren yang juga terlihat di kota-kota metropolitan lain di India, sebagian karena meningkatnya migrasi dari kota ke desa.
Geografis: Delhi, yang terletak di bagian utara India, terletak pada koordinat geografis 28.7041° Lintang Utara dan 77.1025° Bujur Timur. Kota ini berbatasan dengan Haryana di tiga sisi dan Uttar Pradesh di sebelah timur.
Mengenai medan, Delhi sebagian besar terletak di tepi sungai Yamuna dan memiliki topografi datar. Ketinggian rata-rata kota ini sekitar 709 kaki (216 meter) di atas permukaan laut, dengan titik tertinggi adalah Qutub Minar pada ketinggian 240 kaki (73 meter). Titik terendah, terletak di sungai Yamuna, adalah 669 kaki (204 meter) di atas permukaan laut.
Salah satu fitur geografis yang menentukan Delhi adalah sungai Yamuna. Kota ini dipenuhi dengan banyak danau, dan punggung bukit Delhi, yang merupakan perpanjangan dari Pegunungan Aravalli, merupakan paru-paru hijau kota, yang melindunginya dari angin panas Gurun Thar.
Iklim: Delhi mengalami tipe iklim ekstrem yang sangat panas di musim panas dan dingin di musim dingin. Kota ini memiliki iklim subtropis lembap yang dipengaruhi musim hujan yang berbatasan dengan iklim semi-kering yang panas.
Musim panas dimulai pada bulan April dan berakhir pada pertengahan Juni, dengan suhu maksimum sering kali melebihi 104°F ( 40°C) , terkadang melampaui 113°F ( 45°C) . Musim hujan biasanya dimulai pada akhir bulan Juni dan berlangsung hingga bulan September, ditandai dengan kelembaban dan curah hujan yang tinggi. Musim dingin dimulai pada bulan November dan mencapai puncaknya pada bulan Januari, dengan suhu turun mendekati 36°F ( 2°C) pada malam hari dan suhu maksimum sekitar 57°F ( 14°C) .
Demografi: Populasi Delhi merupakan campuran dari berbagai kelompok etnis, yang berasal dari berbagai bagian negara. Kota ini merupakan tempat peleburan berbagai budaya, dengan suku Punjab, Bihar, Bengali, dan Tamil yang merupakan bagian penting dari populasi, yang berkontribusi pada keragaman budayanya yang kaya.
Dari segi distribusi usia, mayoritas penduduk berada dalam kelompok usia 15 hingga 59 tahun. Hal ini menunjukkan populasi yang muda dan dinamis, menjadikan Delhi sebagai pusat peluang dan pertumbuhan.
Bahasa Hindi, sebagai bahasa resmi India, adalah bahasa yang paling banyak digunakan di Delhi, diikuti oleh bahasa Punjabi dan bahasa Urdu. Akan tetapi, karena sifatnya yang kosmopolitan, sejumlah besar orang berbicara bahasa Inggris dan bahasa daerah lainnya.
Secara agama, kota ini memiliki mayoritas penganut Hindu diikuti oleh Muslim, Sikh, Kristen, Jain, dan Buddha. Meskipun beragam, warga Delhi merayakan semua festival dengan penuh semangat, yang menandakan persatuan dalam keberagaman.
Infrastruktur: Infrastruktur di Delhi sebanding dengan yang terbaik di dunia, baik itu transportasi, utilitas, komunikasi, atau perawatan kesehatan.
Transportasi di Delhi berkembang dengan baik dan beragam. Metro Delhi, sistem angkutan cepat yang melayani Delhi dan kota-kota satelitnya, merupakan salah satu jalur kehidupan kota. Bandara Internasional Indira Gandhi merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia, yang menyediakan konektivitas domestik dan internasional. Kota ini juga memiliki jaringan jalan raya, jembatan layang, dan layanan bus yang luas.
Mengenai utilitas, Delhi memiliki sistem pasokan listrik dan air yang berkembang dengan baik, yang dikelola oleh lembaga swasta dan pemerintah. Kota ini juga memiliki sistem pembuangan limbah dan infrastruktur pengelolaan limbah yang tertata dengan baik.
Infrastruktur komunikasi sangat baik, dengan konektivitas internet dan telekomunikasi yang luas. Delhi telah menyaksikan revolusi digital dalam dekade terakhir, dengan sebagian besar layanan disediakan secara daring demi kenyamanan warga.
Layanan kesehatan di Delhi merupakan gabungan antara lembaga publik dan swasta. Kota ini menawarkan beberapa fasilitas layanan kesehatan terbaik di negara ini, dengan rumah sakit, pusat diagnostik, dan lembaga medis kelas dunia. Pemerintah juga menjalankan beberapa skema untuk menyediakan fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat ekonomi lemah.
Ekonomi: Lanskap ekonomi Delhi sama beragamnya dengan struktur budayanya. Kota ini menjadi pusat ekonomi negara, yang menyumbang lebih dari 4% PDB India. Delhi memiliki ekonomi yang kuat dan beragam yang mencakup industri tradisional dan layanan modern.
Di antara industri tradisional, ritel, konstruksi, dan manufaktur memegang peranan penting. Kota ini memiliki banyak pasar yang ramai seperti Chandni Chowk dan Sadar Bazaar, yang merupakan pasar tertua dan tersibuk di Asia.
Sektor jasa di Delhi telah berkembang pesat, dengan Teknologi Informasi, telekomunikasi, perhotelan, perbankan, media, dan pariwisata sebagai kontributor utamanya. Perekonomian kota telah bergeser menjadi perekonomian berbasis jasa, mengingat tingginya persentase orang yang bekerja di sektor ini.
PDB Delhi sangat tinggi, dengan estimasi sekitar $110 miliar, mencerminkan bergairahnya perekonomian kota tersebut. Kota ini juga berfungsi sebagai pusat utama industri layanan TI India, dengan banyak perusahaan besar yang berkantor pusat di sini.
Pariwisata memainkan peran penting dalam perekonomian Delhi, dengan kota ini menjadi kota yang paling banyak dikunjungi di India dan salah satu yang paling banyak dikunjungi di dunia. Tempat-tempat wisata yang menarik mulai dari tempat bersejarah, museum, taman, dan pasar yang ramai. Kekayaan sejarah dan keragaman budaya kota ini menjadikannya tempat yang menarik bagi wisatawan internasional dan domestik.
Tata Kelola: Delhi mengikuti sistem tata kelola yang unik. Wilayah Ibu Kota Nasional Delhi diperintah bersama oleh pemerintah federal India dan pemerintah daerah Delhi. Wilayah ini dibagi menjadi tiga perusahaan kota, Perusahaan Kota Delhi Utara, Perusahaan Kota Delhi Selatan, dan Perusahaan Kota Delhi Timur.
Layanan di Delhi dikelola secara efektif oleh pemerintah. Dewan Jal Delhi memastikan pasokan air, sementara Delhi Transco Limited bertanggung jawab atas transmisi dan distribusi listrik. Dewan Kota New Delhi mengurus fasilitas umum termasuk pasokan air, pembuangan limbah, kesehatan masyarakat, dan infrastruktur kota.
Pemerintah daerah telah memainkan peran penting dalam menyediakan pendidikan berkualitas di Delhi. Pemerintah mengelola banyak sekolah dan juga membantu sekolah swasta. Ada peningkatan yang signifikan di sektor pendidikan, dengan inisiatif seperti Kurikulum Kebahagiaan dan Program Kurikulum Pola Pikir Kewirausahaan.
Ruang publik seperti taman, kebun, dan tempat rekreasi dirawat dengan baik oleh masing-masing perusahaan kota. Ruang publik ini menambah estetika kota dan menyediakan ruang untuk bersantai dan berinteraksi dengan masyarakat.
Budaya dan Hiburan: Delhi merupakan lambang dari kaleidoskop budaya India. Masa lalu kota yang kaya akan sejarah dan populasi yang beragam telah membentuk dunia budaya dan hiburan yang semarak.
Bangunan bersejarah seperti Benteng Merah, Gerbang India, Qutub Minar, dan Makam Humayun menjadi pengingat masa lalu kota yang bersejarah. Bangunan modern seperti Kuil Teratai dan Kuil Akshardham memamerkan kecemerlangan arsitektur era kontemporer.
Kota ini merupakan surga bagi para pencinta seni, dengan banyak galeri dan festival seni yang diselenggarakan sepanjang tahun. Sekolah Drama Nasional menghasilkan beberapa aktor terbaik dan terkenal dengan pertunjukan teaternya.
Delhi merayakan berbagai festival yang menggambarkan keberagaman budayanya. Dari festival Holi yang penuh warna hingga Diwali yang gemerlap, dari kemeriahan Idul Fitri hingga ketenangan Natal, setiap festival dirayakan dengan kemegahan dan kemegahan.
Olahraga memegang peranan penting dalam budaya Delhi. Kota ini telah menjadi tuan rumah beberapa acara olahraga internasional, termasuk Pesta Olahraga Persemakmuran 2010. Kriket sangat diminati, dengan Lapangan Feroz Shah Kotla menjadi tempat penyelenggaraan banyak pertandingan bersejarah.
Keamanan dan Keselamatan: Keamanan dan keselamatan menjadi hal yang sangat penting di Delhi. Kota ini memiliki kepolisian sendiri, Kepolisian Delhi, yang bekerja di bawah Kementerian Dalam Negeri. Kepolisian ini merupakan salah satu kepolisian metropolitan terbesar di dunia.
Angka kejahatan di Delhi telah mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir karena beberapa langkah proaktif yang diambil oleh polisi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perempuan, termasuk penempatan personel polisi perempuan dan pengenalan saluran telepon bantuan.
Layanan darurat di Delhi efisien dan mudah diakses. Layanan ini meliputi polisi, pemadam kebakaran, dan layanan darurat medis. Otoritas Manajemen Bencana Delhi bertanggung jawab atas kesiapsiagaan bencana, dengan fokus pada bencana alam seperti gempa bumi dan banjir.
Pendidikan dan Penelitian: Delhi adalah pusat pendidikan di India, yang menaungi beberapa lembaga pendidikan bergengsi. Sekolah-sekolah di Delhi mengikuti CBSE, ICSE, atau Dewan Pendidikan Sekolah Delhi. Pemerintah telah berinvestasi secara signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah negeri, sehingga setara dengan sekolah swasta.
Kota ini menjadi rumah bagi sejumlah lembaga pendidikan tinggi terkemuka seperti Universitas Delhi, Universitas Jawaharlal Nehru, dan Institut Teknologi India, Delhi. Universitas-universitas ini menarik minat mahasiswa dari seluruh negeri dan luar negeri.
Lembaga penelitian di Delhi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penelitian dan pengembangan negara. Lembaga seperti Institut Penelitian Pertanian India, Laboratorium Fisika Nasional, dan AIIMS memberikan kontribusi terhadap kemajuan di berbagai bidang.
Pemerintah dan lembaga swasta menawarkan berbagai beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi dan membutuhkan. Beasiswa ini telah mendorong mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan melakukan penelitian.
Sorotan Sejarah
Delhi, ibu kota India, menyimpan warisan dari banyak kerajaan yang memilihnya sebagai pusat kekuasaan mereka. Sejarahnya telah berlangsung lebih dari satu milenium, dimulai sejak abad ke-6 SM. Kota ini telah dibangun kembali beberapa kali, dan setiap kali bangkit dari abu seperti burung phoenix.
Sejarah Kuno: Kisah Delhi dimulai dengan kota legendaris Indraprastha, yang diyakini didirikan oleh Pandawa dari Mahabharata sekitar 5000 tahun yang lalu. Bukti arkeologi menunjukkan keberadaan pemukiman manusia sejak milenium kedua SM.
Era Kesultanan: Jejak sejarah penting pertama ditinggalkan oleh Dinasti Tomara, yang mendirikan Lal Kot pada tahun 736 M. Kota ini kemudian ditaklukkan oleh Chauhan Rajput yang membangun Qila Rai Pithora, kota pertama Delhi. Namun, zaman keemasan Delhi dimulai pada abad ke-13 dengan Dinasti Budak di bawah Qutb ud-Din Aibak, Sultan Delhi pertama. Qutub Minar, Situs Warisan Dunia UNESCO, dibangun selama periode ini.
Era Kesultanan menandai periode perkembangan arsitektur dan budaya yang belum pernah terjadi sebelumnya. Era ini menyaksikan kekuasaan dinasti Khilji, Tughlaq, Sayyid, dan Lodhi, yang masing-masing meninggalkan jejak uniknya di kota tersebut.
Pemerintahan Mughal: Pada abad ke-16, Delhi jatuh ke tangan Mughal. Babur, kaisar Mughal pertama, mengalahkan Ibrahim Lodi dalam Pertempuran Panipat pada tahun 1526. Mughal membangun beberapa keajaiban arsitektur, termasuk Makam Humayun dan Benteng Merah. Namun, Shah Jahan, kaisar Mughal kelima, yang memindahkan ibu kota dari Agra ke Delhi dan membangun Shahjahanabad, yang sekarang dikenal sebagai Old Delhi. Kontribusinya yang paling menonjol adalah Masjid Jama yang megah.
Era Kolonial hingga Kemerdekaan: Kemunduran Mughal menyebabkan munculnya Perusahaan Hindia Timur Britania. Pemberontakan tahun 1857 atau Perang Kemerdekaan India Pertama merupakan peristiwa penting selama era kolonial. Setelah pemberontakan tersebut, Kerajaan Inggris mengambil alih pemerintahan India, dan Delhi dinyatakan sebagai ibu kota India Britania pada tahun 1911. Pemerintahan kolonial berakhir pada tahun 1947 ketika India memperoleh kemerdekaan.
Cerita Unik dan Menarik
Delhi bukan hanya tentang monumen bersejarah dan kekuatan politik; kota ini penuh dengan kisah dan legenda menarik yang menambah pesonanya. Kisah-kisah ini memberi kita wawasan tentang budaya, tradisi, dan nilai-nilai kota, yang menjadikan Delhi benar-benar unik.
Kisah Hazrat Nizamuddin dan Ghalib: Jalan-jalan sempit di Delhi menggemakan puisi mistik Hazrat Nizamuddin Auliya dan Mirza Ghalib. Nizamuddin adalah seorang sufi yang ajarannya berfokus pada cinta dan harmoni. Nizamuddin Dargah, tempat sesi qawwali masih diadakan, berdiri sebagai simbol kerukunan antarumat beragama.
Di sisi lain, Ghalib, salah satu penyair Urdu paling terkenal, tinggal di Old Delhi selama tahun-tahun terakhir Kekaisaran Mughal. Haveli-nya, yang kini diubah menjadi museum, merupakan bukti syair-syairnya yang abadi dan masih bergema di hati warga Delhi.
Legenda Agrasen Ki Baoli: Agrasen Ki Baoli, sumur berundak bersejarah di jantung kota Delhi, dikelilingi oleh legenda yang menyeramkan. Penduduk setempat percaya bahwa air hitam Baoli memikat orang untuk melompat ke dalamnya dan bunuh diri. Meskipun Baoli kini kering, kisah-kisah mengerikan terus menarik perhatian pengunjung.
Paranthe Wali Gali: Di lorong-lorong berliku di Old Delhi terdapat jalan yang dikhususkan untuk paratha, roti pipih India yang populer. Paranthe Wali Gali telah menyajikan berbagai macam paratha yang menakjubkan selama lebih dari satu abad. Toko-toko di sini telah menjamu banyak pejabat tinggi, termasuk Perdana Menteri pertama India, Jawaharlal Nehru.
Kuil Bullet Baba: Kuil yang tidak biasa di Delhi adalah Kuil Bullet Baba, tempat sepeda motor Royal Enfield Bullet disembah. Sepeda motor itu milik Om Banna, yang meninggal dalam kecelakaan dengan sepeda motor ini. Sepeda motor itu disita oleh polisi tetapi secara misterius dikembalikan ke tempat kecelakaan sebanyak tiga kali. Hal ini menyebabkan kepercayaan bahwa sepeda motor itu ajaib, dan sebuah kuil dibangun untuk menghormatinya.
Delhi, ibu kota India yang ramai, adalah kota yang telah memikat imajinasi orang-orang di seluruh dunia. Perpaduan budaya yang dinamis, sejarah yang kaya, demografi yang beragam, dan infrastruktur kelas dunia menjadikannya kota yang tidak ada duanya. Semangat Delhi terletak pada kemampuannya yang menakjubkan untuk memadukan yang lama dengan yang baru, menciptakan pengalaman yang unik. Baik Anda tertarik dengan sejarahnya yang berlapis, kulinernya yang lezat, atau pasarnya yang ramai dan semarak, Delhi memang merupakan mikrokosmos India itu sendiri. Delhi berada di peringkat #2 dalam daftar 10 Kota Terbesar di Dunia.
3: Shanghai, Tiongkok (28,5 Juta)
Shanghai, kota global yang terletak di muara Sungai Yangtze, adalah jantung Tiongkok modern yang terus berdenyut. Sebagai kota terpadat di negara ini, kota ini berdiri sebagai monumen penyerbukan silang budaya, pusat ekonomi, dan keajaiban arsitektur. Dari cakrawala Pudong yang diterangi lampu neon hingga bangunan-bangunan era kolonial di sepanjang Bund, Shanghai menawarkan perpaduan yang menggugah antara yang lama dan yang baru, Timur dan Barat.
Populasi dan Luas Wilayah: Populasi perkotaan Shanghai berjumlah sekitar 28,5 juta penduduk (22,3 juta di kota itu sendiri). Kota ini membentang di area seluas 2.448 mil persegi (6.341 kilometer persegi), termasuk pusat kota yang padat dan pinggiran kota pedesaan yang luas. Hal ini menghasilkan kepadatan populasi hampir 11.642 orang per mil persegi (4.495 orang per kilometer persegi), menempatkan Shanghai di antara kota-kota terpadat di dunia.
Laju pertumbuhan Shanghai, meskipun sedikit melambat dibandingkan dekade sebelumnya, dapat dikaitkan dengan urbanisasi yang berkelanjutan di Tiongkok, meningkatnya migrasi internal, dan komunitas ekspatriat yang cukup besar yang tertarik dengan ekonomi kota yang berkembang dan gaya hidup yang semarak.
Geografi: Terletak di pesisir timur Tiongkok, Shanghai terletak di muara Sungai Yangtze, dengan Laut Cina Timur di sebelah timurnya. Koordinat geografis kota ini kira-kira 31,2 derajat lintang utara dan 121,5 derajat bujur timur.
Topografi kota ini pada umumnya datar, dengan ketinggian rata-rata hanya 13 kaki (4 meter) di atas permukaan laut. Titik tertinggi di Shanghai adalah puncak She Shan (atau Bukit Ular) pada ketinggian 325 kaki (99 meter) di atas permukaan laut, sedangkan titik terendah berada di muara Danau Dianshan, kira-kira di permukaan laut.
Shanghai memiliki ciri khas alam yang kaya dan beragam. Sungai Huangpu, anak sungai utama Yangtze, membagi kota menjadi Puxi (di sebelah barat Sungai Huangpu) dan Pudong (di sebelah timur Sungai Huangpu). Puxi merupakan pusat sejarah kota, sedangkan Pudong merupakan pusat keuangan modern. Perairan utama lainnya di kota ini meliputi Danau Dianshan dan Sungai Suzhou.
Iklim: Shanghai memiliki iklim subtropis lembap dengan empat musim yang berbeda. Kota ini mengalami musim panas yang panas dan lembap dengan suhu rata-rata mencapai 77 °F (3,5 °C) . Sebaliknya, musim dingin relatif sejuk, dengan suhu rata-rata sekitar 46°F (8 °C) dan terkadang turun di bawah nol. Musim semi dan musim gugur merupakan musim peralihan yang sejuk dan menyenangkan.
Kota ini menerima curah hujan yang signifikan sepanjang tahun, dengan curah hujan tahunan rata-rata sekitar 47 inci (1.200 milimeter). Musim hujan biasanya terjadi selama bulan Mei, Juni, dan September. Selain itu, Shanghai dipengaruhi oleh Monsun Asia Timur, yang mengakibatkan hujan musim panas yang lebat dan kemungkinan topan.
Demografi: Mayoritas penduduk Shanghai adalah suku Han, suku mayoritas di Tiongkok. Namun, status kota sebagai pusat global menarik berbagai macam etnis minoritas dan ekspatriat internasional, yang menambah karakter kosmopolitannya.
Distribusi usia di Shanghai cenderung ke arah populasi usia kerja, dengan persentase yang cukup besar berada di antara usia 15 hingga 64 tahun. Kota ini, seperti banyak bagian lain di China, juga mengalami peningkatan populasi lansia karena meningkatnya harapan hidup dan dampak kebijakan satu anak di negara tersebut sebelumnya.
Bahasa Mandarin adalah bahasa resmi dan digunakan oleh sebagian besar penduduk. Namun, dialek lokal, bahasa Shanghai, juga digunakan secara luas oleh penduduk setempat. Kemampuan berbahasa Inggris di Shanghai umumnya tinggi, terutama di kalangan generasi muda dan di sektor bisnis.
Agama di Shanghai beragam dan dianut secara luas, dengan agama Buddha, Taoisme, dan Konfusianisme sebagai agama yang paling umum. Ada juga komunitas Muslim, Kristen, dan Yahudi yang cukup besar di kota ini.
Infrastruktur: Infrastruktur Shanghai mencerminkan statusnya sebagai kota global. Sistem transportasinya merupakan salah satu yang terluas dan berteknologi maju di dunia. Shanghai memiliki sistem metro terbesar di dunia berdasarkan panjang rute, dua bandara internasional (Pudong dan Hongqiao), dan jaringan jalan raya dan jalan layang yang canggih. Kota ini juga merupakan rumah bagi pelabuhan peti kemas tersibuk di dunia, Pelabuhan Shanghai, yang menggarisbawahi signifikansinya dalam perdagangan global.
Fasilitas umum kota, termasuk air, listrik, dan gas, berkembang dengan baik dan dipasok dengan andal. Inisiatif lingkungan Shanghai yang ambisius telah menghasilkan dorongan untuk sumber energi berkelanjutan, dengan persentase listrik kota yang semakin meningkat yang dihasilkan dari tenaga angin dan matahari.
Sistem perawatan kesehatan di Shanghai sangat kuat, yang terdiri dari gabungan rumah sakit umum, klinik swasta, dan pusat perawatan kesehatan internasional. Kota ini terkenal dengan standar medisnya yang tinggi dan teknologi perawatan kesehatan yang canggih.
Shanghai juga merupakan pemimpin dalam infrastruktur komunikasi, dengan jangkauan jaringan 5G yang luas dan fokus yang semakin besar pada AI dan teknologi digital. Hal ini semakin memantapkan kedudukan kota tersebut sebagai pusat teknologi global terkemuka.
Ekonomi: Shanghai, pusat ekonomi Tiongkok, adalah kota metropolitan yang dinamis dan pusat keuangan global utama. Lanskap ekonomi kota ini beragam dan luas, meliputi industri seperti manufaktur, jasa keuangan, real estat, dan teknologi.
Industri manufaktur di Shanghai meliputi otomotif, elektronik, bioteknologi, farmasi, petrokimia, dan manufaktur baja, dan masih banyak lagi. Kota ini juga merupakan pusat keuangan Tiongkok, yang menjadi tempat Bursa Efek Shanghai dan banyak lembaga keuangan global.
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor teknologi dan layanan informasi telah tumbuh secara signifikan, dengan Shanghai menjadi pusat bagi perusahaan rintisan dan raksasa teknologi. Properti, yang didorong oleh permintaan komersial dan perumahan, juga telah memainkan peran penting dalam perekonomian kota tersebut.
Menurut laporan terbaru, Produk Domestik Bruto (PDB) Shanghai melampaui 4,8 triliun yuan (sekitar $750 miliar) pada tahun 2022. Tingkat ketenagakerjaan kota tersebut tetap kuat, bukti dari ekonominya yang berkembang pesat.
Pariwisata merupakan penyumbang ekonomi signifikan lainnya, yang didorong oleh banyaknya atraksi budaya dan sejarah serta status kota sebagai pusat bisnis global. Masuknya wisatawan domestik dan internasional telah menyebabkan pertumbuhan signifikan di sektor perhotelan dan ritel.
Tata Kelola: Shanghai dikelola langsung oleh pemerintah nasional Republik Rakyat Tiongkok. Kota ini dibagi menjadi 16 divisi setingkat distrik. Pemerintah Kota Shanghai, yang dipimpin oleh Wali Kota, bertanggung jawab atas administrasi kota sehari-hari.
Pemerintah daerah menyediakan berbagai layanan, termasuk transportasi umum, pengelolaan limbah, dan perencanaan kota. Ruang hijau kota, seperti Taman Yu dan Taman Fuxing yang terkenal, dikelola oleh pemerintah daerah, yang juga mengawasi pelestarian distrik bersejarah seperti Bund dan Kota Tua.
Pendidikan menjadi fokus utama, dengan Komisi Pendidikan Shanghai mengawasi sekolah-sekolah dasar dan menengah di kota tersebut. Siswa-siswa Shanghai secara konsisten berprestasi sangat baik dalam penilaian akademis global, yang mencerminkan standar pendidikan kota yang tinggi.
Budaya dan Hiburan: Secara budaya, Shanghai merupakan perpaduan dinamis antara Timur dan Barat, lama dan baru. Kota ini tidak pernah tidur, dengan dunia seni yang semarak, festival yang ramai, acara olahraga terkemuka, dan banyak bangunan bersejarah.
Landmark arsitektur kota ini mencakup berabad-abad, dari Taman Yu yang bersejarah dan Kuil Buddha Giok hingga gedung pencakar langit modern di cakrawala Lujiazui, termasuk Menara Oriental Pearl yang ikonis, Menara Shanghai, dan Pusat Keuangan Dunia.
Dalam hal seni, Shanghai adalah rumah bagi banyak galeri dan museum, termasuk Museum Shanghai dan Power Station of Art. Kota ini menjadi tuan rumah Festival Film Internasional Shanghai dan Shanghai Biennale tahunan, yang menarik para seniman dan penggemar dari seluruh dunia.
Shanghai juga menyelenggarakan berbagai festival tradisional, seperti Tahun Baru Cina, Festival Pertengahan Musim Gugur, dan Festival Lentera. Kota ini merupakan pusat olahraga yang penting, yang menyelenggarakan berbagai acara seperti Grand Prix Shanghai dan Shanghai Masters.
Keamanan dan Keselamatan: Shanghai secara umum dianggap sebagai kota yang aman, dengan tingkat kejahatan yang relatif rendah, terutama dalam hal kejahatan yang disertai kekerasan. Kepolisian kota, di bawah Biro Keamanan Publik Shanghai, bekerja secara efisien dan tanggap.
Layanan darurat, termasuk pemadam kebakaran dan layanan medis, memiliki peralatan lengkap dan sangat terorganisasi. Shanghai memiliki jaringan rumah sakit dan klinik yang lengkap untuk menangani keadaan darurat medis.
Lokasi Shanghai di Laut Cina Timur membuatnya rentan terhadap topan. Kota ini memiliki rencana penanggulangan bencana yang komprehensif, termasuk sistem peringatan dini dan protokol evakuasi yang terencana dengan baik, yang memastikan tingkat kesiapsiagaan yang tinggi terhadap bencana alam.
Pendidikan dan Penelitian: Pendidikan di Shanghai sangat dihargai, dengan kota ini membanggakan beberapa siswa berprestasi tertinggi di dunia. Kota ini merupakan rumah bagi sejumlah universitas papan atas, seperti Universitas Fudan, Universitas Shanghai Jiao Tong, dan Universitas Tongji. Lembaga-lembaga ini menawarkan berbagai program dan dikenal karena penelitian mereka di bidang-bidang seperti teknik, kedokteran, dan ilmu sosial.
Shanghai juga merupakan pusat utama penelitian ilmiah dan menjadi rumah bagi banyak lembaga penelitian terkenal, seperti Shanghai Advanced Research Institute, Chinese Academy of Sciences, dan ShanghaiTech University.
Untuk memajukan pendidikan dan menarik bakat global, tersedia banyak beasiswa bagi mahasiswa domestik dan internasional. Beasiswa ini, yang ditawarkan oleh pemerintah dan berbagai lembaga pendidikan, mencakup berbagai bidang dan sangat kompetitif.
Sorotan Sejarah
Awal Mula (960-1842): Didirikan pada masa Dinasti Song (960-1126), Shanghai berawal dari desa nelayan kecil. Namun, lokasinya yang strategis di dekat muara Sungai Yangtze membuat kota ini ditakdirkan untuk hal-hal yang lebih besar. Pada masa Dinasti Ming (1368-1644), Shanghai telah menjadi kota bertembok, dan pada masa Dinasti Qing (1644-1911), kota ini berkembang menjadi pusat perdagangan regional yang penting.
Perjanjian Nanking dan Era Konsesi (1842-1943): Perang Candu menandai titik balik penting dalam sejarah Shanghai. Perjanjian Nanking tahun 1842 yang mengakhiri Perang Candu Pertama menyebabkan Shanghai dibuka untuk perdagangan luar negeri. Hal ini menyebabkan terbentuknya Pemukiman Internasional dan Konsesi Prancis, wilayah di Shanghai tempat kekuatan asing berkuasa.
Selama “Era Konsesi” ini, Shanghai mengalami transformasi yang dramatis. Bangunan-bangunan bergaya Barat bermunculan di sepanjang Bund, pertumbuhan ekonomi kota tersebut melesat, dan kota tersebut mendapat julukan “Paris dari Timur.” Namun, era ini juga dipenuhi dengan kesenjangan sosial dan ketegangan politik.
Republik Tiongkok dan Perang Dunia II (1912-1949): Pada awal abad ke-20, Shanghai merupakan pusat kegiatan politik. Shanghai merupakan medan pertempuran utama selama Perang Saudara Tiongkok dan tempat perlindungan bagi orang-orang Yahudi yang melarikan diri dari Holocaust dalam Perang Dunia II. Shanghai diduduki Jepang sejak tahun 1937 hingga Jepang menyerah pada tahun 1945.
Republik Rakyat Tiongkok (1949-Sekarang): Pasca-1949, di bawah Republik Rakyat Tiongkok, Shanghai mengalami periode transformasi sosialis. Industri-industri di kota tersebut dinasionalisasi, dan konsesi-konsesi asing direklamasi.
Reformasi ekonomi pada akhir abad ke-20 dan pembangunan pesat pada abad ke-21 menyebabkan Shanghai bangkit sebagai pusat keuangan global. Kini, kota ini menjadi kota metropolitan yang ramai dan terkenal dengan cakrawala futuristiknya, yang melambangkan kekuatan ekonomi Tiongkok.
Cerita Unik dan Menarik
Kisah Bund: Bund, tepi laut Shanghai yang terkenal, memiliki sejarah yang unik. Awalnya merupakan pemukiman Inggris, Bund menjadi pusat keuangan Asia dengan banyak bank dan kantor dagang. Bangunan-bangunan neoklasik ini, yang dikenal sebagai “The Wall Street of Asia,” sangat kontras dengan cakrawala futuristik Pudong di seberang sungai, menceritakan kisah perjalanan Shanghai melintasi waktu.
Kisah Shanghai Kuno: Shanghai Kuno, yang mencakup akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, merupakan periode penuh intrik dan transformasi. Saat itu, gangster, politisi, taipan, dan seniman berbaur. Era ini telah menginspirasi banyak novel, film, dan legenda, yang menggambarkan kota yang penuh dengan kemewahan, bahaya, dan misteri.
Tempat Perlindungan Yahudi di Shanghai: Selama Perang Dunia II, Shanghai menjadi tempat berlindung bagi para pengungsi Yahudi yang melarikan diri dari penganiayaan Nazi. Kisah yang tidak banyak diketahui ini menggarisbawahi masa lalu kosmopolitan kota tersebut. Orang-orang Yahudi menemukan perlindungan di Ghetto Shanghai, sebuah wilayah yang berada di bawah kendali Jepang. Warisan mereka tetap hidup di berbagai tempat terkenal seperti Sinagoge Ohel Moishe, yang sekarang menjadi museum.
Kota yang Dibangun di Atas Kota: Pembangunan Shanghai berlangsung sangat pesat sehingga di beberapa daerah, gedung-gedung baru dibangun tepat di atas gedung-gedung lama. Ada beberapa tempat di Shanghai yang menyediakan rumah-rumah Shikumen tua dengan gerbang batu tradisional yang terletak tepat di samping gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Perpaduan antara yang lama dan yang baru ini merupakan ciri khas kota ini, yang mencerminkan evolusinya yang berkelanjutan.
Shanghai, dengan tonggak sejarah yang memukau dan kisah-kisah yang menarik, tetap menjadi kota yang menawan. Kota ini membawa warisan masa lalunya sambil melangkah dengan percaya diri menuju masa depan. Dari kisah-kisah era konsesi yang menarik hingga transformasinya yang luar biasa, narasi yang dijalin ke dalam jalinan Shanghai sama beragam dan dinamisnya dengan kota itu sendiri. Memahami sejarah Shanghai dan kisah-kisahnya tidak hanya memberi kita wawasan tentang masa lalu kota ini, tetapi juga perspektif unik tentang masa kini dan masa depannya. Seiring Shanghai terus berkembang dan tumbuh, tidak diragukan lagi kota ini masih memiliki banyak bab yang lebih menarik untuk ditulis dalam kisahnya yang luar biasa. Shanghai berada di peringkat #3 dalam daftar 10 Kota Terbesar di Dunia.
4: Dhaka, Bangladesh (22,4 Juta)
Dhaka, ibu kota Bangladesh, menawarkan perpaduan unik antara pesona dunia lama dan dinamisme modern, yang dicirikan oleh sejarah budaya yang kaya, pasar yang ramai, kuliner lezat, dan serangkaian keajaiban arsitektur yang mengesankan. Sebagai sebuah kota, Dhaka sekaligus menakutkan dan menarik, karena diselimuti aura semangat dan ketahanan yang gigih. Kota ini merupakan titik pertemuan antara pertumbuhan ekonomi, signifikansi budaya, dan kepentingan politik di Bangladesh.
Populasi dan Luas: Dhaka merupakan salah satu kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di Bumi. Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan pada tahun 2023, populasi perkotaan Dhaka mencapai sekitar 22,4 juta jiwa (10,4 juta jiwa di dalam kota itu sendiri). Kota ini membentang di wilayah seluas sekitar 118 mil persegi (306 kilometer persegi), sehingga menciptakan kepadatan populasi rata-rata lebih dari 88.135 jiwa per mil persegi (33.987 jiwa per kilometer persegi). Populasi Dhaka telah tumbuh dengan laju yang sangat tinggi yaitu 3,6% per tahun selama dekade terakhir, terutama didorong oleh migrasi dari desa ke kota yang mencari peluang kerja yang lebih baik dan peningkatan kualitas hidup.
Geografis: Berlokasi strategis di pusat negara, Dhaka terletak di tepi timur Sungai Buriganga di Bangladesh bagian tengah. Koordinat geografis Dhaka kira-kira 23.8103° Lintang Utara dan 90.4125° Bujur Timur.
Dhaka sebagian besar datar berdasarkan topografinya, berkat Delta Benggala, delta sungai terbesar di dunia. Dataran delta ini menghasilkan tanah yang subur tetapi juga membuat kota ini rentan terhadap banjir, terutama selama musim hujan. Ketinggian rata-rata Dhaka adalah 13 kaki (4 meter) di atas permukaan laut, dengan titik tertinggi sekitar 43 kaki (13 meter) dan titik terendah dekat dengan permukaan laut.
Mengenai fitur alam, kota ini dilintasi oleh banyak sungai selain Buriganga, seperti Dhaleshwari, Sitalakhya, dan Turag. Sungai-sungai ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap transportasi, perdagangan, dan industri perikanan kota. Namun, Dhaka tidak memiliki pegunungan atau danau yang besar.
Iklim: Dhaka memiliki iklim sabana tropis, yang dipengaruhi oleh musim hujan. Suhu di kota ini dapat bervariasi secara signifikan, dengan musim panas yang panas dan musim dingin yang lebih sejuk. Suhu tahunan rata-rata sekitar 79 °F (26 °C) . Bulan-bulan terpanas adalah April dan Mei, di mana suhu udara sering kali naik di atas 91 °F (33 °C) .
Curah hujan di Dhaka sangat dipengaruhi oleh musim hujan, yang biasanya berlangsung dari bulan Juni hingga September. Kota ini menerima curah hujan tahunan rata-rata sekitar 87 inci (2.200 milimeter), yang sebagian besar jatuh selama musim hujan ini.
Dhaka mengalami tiga musim utama: musim hujan, ditandai dengan hujan lebat; musim dingin yang kering dan sejuk dari Oktober hingga Maret; dan musim panas yang panas dan lembap dari Maret hingga Juni.
Demografi: Dhaka memiliki keragaman etnis yang kaya, meskipun kelompok etnis yang dominan adalah suku Bengali, yang mencakup lebih dari 98% populasi kota. Kelompok etnis lainnya termasuk suku Bihari dan beberapa kelompok suku.
Distribusi usia di Dhaka menunjukkan populasi yang relatif muda. Lebih dari 60% penduduk kota berusia di bawah 30 tahun, menciptakan lanskap kota yang semarak, dinamis, dan muda. Tenaga kerja muda ini merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi kota.
Bahasa resmi dan yang paling banyak digunakan di Dhaka adalah bahasa Bengali, meskipun bahasa Inggris juga umum digunakan di lingkungan resmi dan bisnis karena hubungan historis dengan Kerajaan Inggris.
Secara agama, Islam merupakan agama yang dominan di Dhaka, dengan lebih dari 90% penduduk kota tersebut beragama Islam. Sisa penduduknya menganut agama Hindu, Buddha, Kristen, dan agama lainnya.
Infrastruktur: Infrastruktur transportasi Dhaka merupakan perpaduan antara sistem tradisional dan modern. Kota ini memiliki jaringan bus, becak otomatis (dikenal dengan sebutan CNG), dan becak sepeda yang luas. Kemacetan lalu lintas di kota ini sudah terkenal, dan sebagai upaya untuk mengatasinya, kota ini telah membangun Dhaka Metro Rail, sistem angkutan cepat yang bertujuan untuk menyediakan moda transportasi yang lebih cepat dan lebih andal.
Kota ini dilayani oleh Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, bandara terbesar di Bangladesh, yang menyediakan koneksi ke kota-kota besar di seluruh dunia. Dhaka juga memiliki pelabuhan sungai penting, Sadarghat, yang menampung feri dan kapal kargo.
Infrastruktur utilitas di Dhaka menghadapi tantangan tetapi telah mengalami peningkatan signifikan selama bertahun-tahun. Pasokan listrik menjadi lebih stabil, dan berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan porsi energi terbarukan. Pasokan air dan sanitasi tetap menjadi masalah yang perlu diperhatikan, dan Otoritas Penyediaan Air dan Pembuangan Limbah Dhaka berupaya memperbaiki situasi tersebut.
Infrastruktur telekomunikasi di Dhaka relatif berkembang, dengan penetrasi pengguna telepon seluler yang tinggi. Kota ini juga memiliki basis pengguna internet yang berkembang pesat, dengan banyak yang terhubung melalui jaringan 4G dan proyek-proyek yang sedang berlangsung untuk meluncurkan jaringan 5G.
Dhaka menawarkan beberapa fasilitas kesehatan terbaik di Bangladesh, dengan campuran rumah sakit umum dan swasta. Namun, masih ada ruang untuk perbaikan dalam hal aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan. Pemerintah telah berinvestasi di sektor kesehatan, khususnya dalam kesehatan masyarakat dan perawatan pencegahan.
Ekonomi: Perekonomian Dhaka sangat dinamis dan beragam, didorong oleh berbagai industri, termasuk tekstil, barang dari kulit, farmasi, teknologi informasi, keramik, pembuatan kapal, dan produksi baja. Namun, industri pakaian jadi memegang peranan penting, karena Bangladesh merupakan salah satu eksportir pakaian jadi terbesar di dunia, dengan banyak pabrik yang berlokasi di Dhaka.
Ketenagakerjaan di Dhaka bersifat dinamis, mencerminkan pertumbuhan ekonomi kota tersebut. Sektor jasa mempekerjakan sebagian besar tenaga kerja, khususnya di sektor ritel, perbankan, perhotelan, dan administrasi publik. Industri manufaktur, terutama garmen, juga menyerap sebagian besar tenaga kerja kota tersebut. Namun, ekonomi informal, seperti perdagangan skala kecil dan pekerja harian, juga memainkan peran penting.
Dhaka memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Bangladesh. Pada tahun 2023, PDB kota ini mencapai sekitar $215 miliar, yang mencakup lebih dari sepertiga total PDB negara tersebut. PDB per kapita Dhaka sekitar $10.200, jauh lebih tinggi daripada rata-rata nasional.
Pariwisata di Dhaka merupakan sektor yang sedang berkembang pesat. Kekayaan sejarah dan budaya kota ini, dipadukan dengan semakin banyaknya fasilitas modern, menjadikannya destinasi yang menarik. Kota tua Dhaka, yang menjadi rumah bagi situs-situs bersejarah seperti Benteng Lalbagh dan Masjid Bintang, menarik pengunjung dari seluruh dunia. Kota ini juga menawarkan pengalaman berbelanja yang unik, khususnya tekstil dan kerajinan tangan.
Tata Kelola: Dhaka secara administratif terbagi menjadi dua kota: Dhaka Utara dan Dhaka Selatan. Masing-masing diperintah oleh seorang Wali Kota dan dewan Komisaris Wilayah, yang dipilih oleh warga kota. Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan layanan kota yang penting, termasuk air, sanitasi, pengelolaan limbah, dan pemeliharaan infrastruktur.
Perusahaan-perusahaan kota menyediakan berbagai layanan publik. Layanan ini meliputi pembuangan limbah, pembersihan jalan, pemeliharaan taman umum, dan pengawasan pasar-pasar kota. Kedua perusahaan tersebut juga bekerja sama erat dengan pemerintah nasional dan mitra sektor swasta untuk meningkatkan penyediaan layanan.
Pemerintah daerah mengawasi pendidikan dasar dan menengah di Dhaka, dengan banyak sekolah negeri dan swasta di seluruh kota. Untuk pendidikan tinggi, Dhaka menjadi tuan rumah bagi beberapa universitas terkenal, termasuk Universitas Dhaka dan Universitas Teknik dan Teknologi Bangladesh.
Ruang publik di Dhaka, seperti taman dan alun-alun, dikelola oleh perusahaan kota. Beberapa ruang publik yang terkenal di kota ini antara lain Taman Ramna, Suhrawardy Udyan, dan Danau Dhanmondi.
Budaya dan Hiburan: Dhaka menawarkan banyak bangunan bersejarah dan bersejarah. Benteng Lalbagh abad ke-17, Jatiya Sangsad Bhaban (Gedung Parlemen Nasional) yang dirancang oleh arsitek terkenal Louis Kahn, dan Ahsan Manzil abad ke-19 merupakan beberapa bangunan bersejarah yang ikonik di kota ini.
Dhaka memiliki dunia seni yang berkembang pesat, dengan banyak galeri dan festival seni. Dhaka Art Summit, yang diadakan dua tahun sekali, memamerkan seni kontemporer dan tradisional dari Bangladesh dan sekitarnya. Kota ini juga merupakan rumah bagi Museum Nasional Bangladesh, yang memamerkan banyak koleksi artefak yang memamerkan kekayaan sejarah dan budaya negara tersebut.
Dhaka adalah kota yang penuh dengan festival, yang merayakan berbagai acara budaya dan keagamaan sepanjang tahun. Pohela Boishakh (Tahun Baru Bengali), Durga Puja, dan Idul Fitri adalah beberapa di antaranya yang paling banyak dirayakan. Kota ini juga menjadi tuan rumah Festival Film Internasional Dhaka, yang menarik para pembuat film dan penggemar dari seluruh dunia.
Kriket merupakan olahraga paling populer di Dhaka, dan kota ini menjadi tempat utama bagi tim nasional Bangladesh, Stadion Kriket Nasional Sher-e-Bangla. Sepak bola juga memiliki banyak penggemar, dan Stadion Nasional Bangabandhu secara rutin menjadi tuan rumah pertandingan. Dhaka juga memiliki fasilitas untuk olahraga lain, seperti golf, tenis, dan renang.
Keamanan dan Keselamatan: Seperti kota besar lainnya, Dhaka juga mengalami tindak kejahatan. Namun, tingkat kejahatan secara keseluruhan telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, sebagian karena meningkatnya upaya penegakan hukum dan inisiatif berbasis masyarakat.
Dhaka memiliki sistem layanan darurat yang kuat. Kepolisian kota, Kepolisian Metropolitan Dhaka, bertanggung jawab untuk menjaga hukum dan ketertiban. Layanan pemadam kebakaran disediakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Bangladesh dan Pertahanan Sipil. Ada juga banyak rumah sakit umum dan swasta yang dilengkapi dengan unit gawat darurat di seluruh kota.
Lokasi Dhaka di wilayah delta membuatnya rentan terhadap bencana alam, khususnya banjir dan topan. Akan tetapi, kesiapsiagaan dan manajemen bencana telah meningkat secara signifikan selama bertahun-tahun. Kota ini telah menerapkan sistem peringatan dini, membangun tempat perlindungan dari topan, dan menyelenggarakan pelatihan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat secara berkala.
Pendidikan dan Penelitian: Dhaka menawarkan berbagai macam lembaga pendidikan, mulai dari sekolah yang didanai pemerintah hingga lembaga swasta yang menawarkan kurikulum internasional. Sekolah-sekolah terkenal termasuk Dhaka College, Viqarunnisa Noon School, dan Scholastica School.
Kota ini menjadi rumah bagi beberapa lembaga penelitian bergengsi. Institut Studi Pembangunan Bangladesh melakukan penelitian dalam bidang pembangunan sosial dan ekonomi, sementara Pusat Penelitian Penyakit Diare Internasional, Bangladesh, merupakan pemimpin global dalam penelitian kesehatan. Universitas Dhaka dan lembaga pendidikan tinggi lainnya juga memberikan kontribusi signifikan terhadap hasil penelitian.
Banyak beasiswa yang tersedia bagi mahasiswa di Dhaka. Beasiswa ini ditawarkan oleh lembaga publik dan swasta dan tersedia di berbagai tingkatan, mulai dari sekolah dasar hingga pascasarjana.
Sorotan Sejarah
Asal Usul dan Sejarah Awal: Sejarah Dhaka sangat menarik sekaligus beragam, dengan asal usul yang diselimuti mitos dan catatan sejarah. Dipercayai bahwa nama ‘Dhaka’ berasal dari pohon Dhak, yang umum di daerah tersebut pada masa lalu, atau dari kuil Dhakeshwari, yang dibangun oleh dinasti Sena.
Sejarah awal Dhaka menjadikannya bagian dari berbagai kekaisaran, termasuk Kekaisaran Maurya, Gupta, dan Pala. Namun, baru pada abad ke-17, di bawah Kekaisaran Mughal, Dhaka mulai menonjol.
Era Mughal: Era Mughal, dari awal abad ke-17 hingga akhir abad ke-18, merupakan periode penting bagi Dhaka. Kota ini menjadi ibu kota Benggala di bawah kekuasaan Mughal pada tahun 1608. Selama periode ini, Dhaka dikenal sebagai Jahangir Nagar, yang dinamai menurut Kaisar Mughal Jahangir. Kota ini berkembang pesat dan menjadi pusat perdagangan terkemuka, terutama kain muslin – tekstil katun berkualitas tinggi.
Banyak bangunan arsitektur terkenal di Dhaka, seperti Benteng Lalbagh dan Choto Katra, dibangun selama era Mughal. Bangunan-bangunan ini menjadi bukti kemakmuran Dhaka dan kehebatan arsitektur pada masa itu.
Era Kolonial: Era kolonial dimulai dengan berdirinya pemerintahan Inggris pada tahun 1757 setelah Pertempuran Plassey. Di bawah pemerintahan Inggris, Dhaka kehilangan statusnya sebagai ibu kota provinsi, yang menyebabkan periode kemerosotan ekonomi. Namun, Dhaka tetap menjadi pusat administrasi dan komersial yang penting, dengan industri nila dan rami yang berkembang di bawah pengaruh Inggris.
Kemerdekaan dan Selanjutnya: Pemisahan India pada tahun 1947 berdampak besar pada nasib Dhaka, mengubahnya menjadi ibu kota Pakistan Timur. Periode ini menyaksikan Gerakan Bahasa pada tahun 1952, di mana beberapa mahasiswa dan aktivis politik terbunuh saat mengadvokasi pengakuan bahasa Bengali sebagai bahasa negara.
Pada tahun 1971, setelah perang kemerdekaan yang brutal melawan Pakistan, Dhaka menjadi ibu kota negara merdeka Bangladesh yang baru terbentuk. Sejak saat itu, Dhaka mengalami urbanisasi dan pertumbuhan yang pesat, berubah menjadi kota besar yang ramai yang menjadi pusat budaya, politik, dan ekonomi negara tersebut.
Cerita Unik dan Menarik
Kisah Kain Muslin: Sejarah Dhaka terkait erat dengan kain muslin, kain katun yang halus dan ditenun dengan sangat halus. Di era Mughal, Dhaka terkenal di seluruh dunia karena memproduksi kain muslin terbaik, yang dikenal sebagai ‘Daka’. Kain yang tipis ini merupakan barang mewah yang diminati oleh bangsawan dan kaum elit, dan para penenun Dhaka adalah ahli dalam kerajinan ini. Pada masa kolonial Inggris, industri kain muslin mengalami kemunduran karena persaingan industri dan kebijakan yang represif. Namun, berbagai upaya baru-baru ini telah dilakukan untuk menghidupkan kembali kerajinan bersejarah ini, yang menghubungkan Dhaka kembali dengan masa lalunya yang gemilang.
Legenda Dhakeshwari: Kuil Dhakeshwari, yang konon menjadi asal nama kota ini, menyimpan legenda yang menarik. Kuil ini diyakini dibangun oleh seorang raja dari dinasti Sena, Ballal Sen, pada abad ke-12. Menurut legenda, sang raja bermimpi bahwa Dewi Dhakeshwari memerintahkannya untuk membangun sebuah kuil untuk menghormatinya. Kuil Dhakeshwari masih berdiri hingga kini sebagai tempat ibadah umat Hindu terpenting di Dhaka.
Martir Bahasa dan Kelahiran Hari Bahasa Ibu Internasional: Sebuah kisah menarik dari sejarah terkini adalah perjuangan hak bahasa yang berujung pada terciptanya Hari Bahasa Ibu Internasional. Pada tanggal 21 Februari 1952, mahasiswa dan aktivis politik memprotes pemberlakuan bahasa Urdu sebagai satu-satunya bahasa resmi oleh pemerintah Pakistan. Demonstrasi tersebut ditanggapi dengan pembalasan yang keras, yang mengakibatkan beberapa orang tewas. Peristiwa ini, yang dikenal sebagai Gerakan Bahasa, merupakan faktor penting yang menyebabkan kemerdekaan Bangladesh. Sebagai penghormatan kepada para martir bahasa, UNESCO mendeklarasikan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional pada tahun 1999, yang menekankan pentingnya keberagaman dan hak bahasa di seluruh dunia.
Dhaka, dengan perpaduan budaya, sejarah, dan urbanisasi yang pesat, menyajikan gambaran kecil Bangladesh yang menarik. Pertumbuhan populasi dan ekonominya yang signifikan merangkum tantangan dan peluang yang dihadapi oleh kota-kota baru di negara-negara berkembang. Meskipun ada kendala dalam infrastruktur, layanan kesehatan, dan utilitas, peningkatan berkelanjutan Dhaka di sektor-sektor ini menggarisbawahi tekad kota untuk mengatasi kendala pertumbuhannya. Warisan kota yang kaya, demografi muda, dan pembangunan yang berkelanjutan semuanya menempatkan Dhaka sebagai kota dengan masa depan yang cerah, menjembatani akar tradisionalnya dengan aspirasi modern. Dhaka berada di peringkat ke-4 dalam daftar 10 Kota Terbesar di Dunia.
5: São Paulo, Brasil (22,4 Juta)
Kota metropolitan Brasil yang sedang berkembang pesat, São Paulo, berfungsi sebagai mesin ekonomi negara tersebut sekaligus membanggakan keragaman budaya yang berbeda dari kota-kota lainnya. Sering dijuluki sebagai “New York-nya Amerika Selatan”, São Paulo adalah kota dengan keragaman yang sangat besar dan kontras yang mencolok, rumah bagi gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, lembaga budaya yang luar biasa, kehidupan malam yang semarak, dan hidangan lezat yang menangkap esensi dari populasi multietnisnya. Kota berpenduduk 10 juta Paulistanos (penduduk São Paulo) ini merupakan gambaran kecil dari Brasil dan dunia di sekitarnya, yang mengungkap kisah yang kaya tentang kemenangan dan tantangan.
Populasi dan Ukuran: São Paulo memiliki populasi perkotaan sekitar 10 juta jiwa di dalam kota dan 22,4 juta jiwa di wilayah metropolitan yang lebih luas, menjadikannya kota terpadat di Brasil dan Belahan Bumi Barat. Kota itu sendiri membentang di area seluas 587 mil persegi (1.521 kilometer persegi), menghasilkan kepadatan penduduk hampir 17.035 jiwa per mil persegi (6.575 jiwa per kilometer persegi). Skala dan kepadatan ini berkontribusi pada kecepatan dan perluasan kota São Paulo yang hingar bingar.
Laju pertumbuhan penduduk kota ini, meskipun melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pesatnya pada abad ke-20, tetap stabil pada sekitar 0,7% per tahun. Peningkatan ini berasal dari kombinasi pertumbuhan alami dan migrasi yang terus berlanjut (meskipun berkurang) dari wilayah lain di Brasil dan dunia, yang tertarik dengan peluang ekonomi di São Paulo.
Geografis: Secara geografis, São Paulo terletak di tenggara Brasil, pada koordinat 23.5505° S, 46.6333° W. Kota ini kira-kira berjarak sama dari Samudra Atlantik di sebelah timur dan perbatasan barat negara itu, dengan Bolivia dan Paraguay di sebelah barat.
Topografi São Paulo merupakan perpaduan dataran tinggi dan medan yang tidak rata, dengan ketinggian rata-rata sekitar 2.493 kaki (760 meter) di atas permukaan laut. Titik tertinggi kota ini adalah Pico do Jaraguá, sebuah gunung yang tingginya mencapai 3.724 kaki (1.135 meter), yang terletak di dalam Taman Negara Bagian Jaraguá. Sebaliknya, Sungai Tietê, salah satu fitur alam penting kota ini, merupakan salah satu titik terendahnya, yaitu sekitar 2.362 kaki (720 meter) di atas permukaan laut.
Medan dan fitur alam kota seperti sungai Tietê dan Pinheiros, meskipun sangat terpengaruh oleh urbanisasi, telah membentuk pembangunan São Paulo. Sayangnya, sungai-sungai ini telah mengalami polusi karena pertumbuhan perkotaan tetapi tetap penting bagi geografi kota dan upaya keberlanjutan yang sedang berlangsung.
Iklim: São Paulo beriklim muson tropis, ditandai dengan curah hujan tahunan yang tinggi dan variasi suhu sedang. Kota ini mengalami suhu tahunan rata-rata sekitar 67,1°F ( 19,5°C) , dengan musim dingin yang lebih sejuk (Juni-Agustus) dengan suhu rata-rata 59°F ( 15°C) dan musim panas yang lebih hangat (Desember-Februari) dengan suhu rata-rata 75,2°F ( 24°C).
Curah hujan melimpah, dengan musim hujan berlangsung dari Oktober hingga Maret, yang berpuncak pada curah hujan tahunan sekitar 55 inci (1.400 mm). Iklim São Paulo, ditambah dengan ketinggiannya, sering kali menyebabkan fenomena yang dikenal secara lokal sebagai “gerimis São Paulo” – hujan ringan yang sering terjadi dan dapat berlangsung selama beberapa hari, terutama pada bulan-bulan yang lebih dingin.
Demografi: Struktur demografi São Paulo merupakan jalinan etnis, bukti sejarah imigrasinya. Mayoritas penduduknya adalah ras campuran (Pardo) atau kulit putih, terutama keturunan Portugis, Italia, dan Spanyol, diikuti oleh orang kulit hitam, Asia (terutama Jepang), dan penduduk asli.
Dari segi distribusi usia, São Paulo menunjukkan populasi yang relatif muda, dengan mayoritas penduduk berusia antara 15 dan 59 tahun. Namun, karena layanan kesehatan dan kondisi kehidupan yang lebih baik, populasi lansia di kota ini (60 tahun ke atas) tumbuh dengan cepat.
Bahasa Portugis adalah bahasa resmi dan paling banyak digunakan di kota ini. Namun, karena sejarah imigrannya, bahasa lain seperti Italia, Spanyol, Jepang, dan Inggris juga umum digunakan di seluruh kota.
Katolik merupakan agama yang dominan, diikuti oleh Protestan, Spiritisme, dan semakin banyak orang yang tidak beragama. Namun, lanskap keagamaan São Paulo mencerminkan keberagaman kota tersebut, dengan kehadiran agama Buddha, Yahudi, Islam, dan agama Afro-Brasil seperti Umbanda dan Candomblé.
Infrastruktur: Infrastruktur São Paulo mencerminkan statusnya sebagai pusat ekonomi Brasil. Jaringan transportasi kota ini merupakan salah satu yang terlengkap di Amerika Latin, meliputi sistem bus yang luas, jaringan metro dan kereta api bawah tanah yang terus berkembang, banyak taksi, dan jalur sepeda yang terus bertambah. Bandara São Paulo, Bandara Congonhas (domestik) dan Bandara Internasional Guarulhos, melayani jutaan penumpang setiap tahunnya, yang menghubungkan São Paulo secara global.
Kota ini memiliki sistem utilitas yang kuat, dengan hampir semua penduduk memiliki akses terhadap listrik, air bersih, dan layanan sanitasi. Namun, masih ada tantangan di bidang-bidang seperti pengelolaan limbah karena ukuran dan jumlah penduduk kota.
São Paulo memiliki infrastruktur telekomunikasi yang lengkap, dengan akses internet dan telepon seluler yang luas. Kota ini merupakan pusat teknologi informasi dan komunikasi yang penting bagi Amerika Selatan.
Layanan kesehatan di São Paulo bervariasi, dari penyedia layanan publik hingga swasta. Kota ini memiliki beberapa rumah sakit dan klinik terbaik di Brasil, seperti Hospital das Clínicas, kompleks medis terbesar di Amerika Latin. Sistem layanan kesehatan publik, Sistema Único de Saúde (SUS), menyediakan layanan kesehatan gratis untuk semua warga negara, tetapi mengalami kendala kapasitas dan pendanaan.
Ekonomi: Ekonomi São Paulo beragam seperti penduduknya. Sebagai pusat ekonomi Brasil, kota ini menyumbang sekitar 10% dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut. Sektor jasa merupakan penyumbang terbesar, diikuti oleh industri dan perdagangan. Industri São Paulo beragam, mulai dari otomotif dan tekstil hingga layanan berteknologi tinggi dan keuangan.
Dalam hal lapangan kerja, São Paulo merupakan pencipta lapangan kerja utama di Brasil, yang menawarkan peluang di berbagai sektor seperti TI, keuangan, manufaktur, dan perhotelan. Kota ini merupakan rumah bagi kantor pusat sejumlah perusahaan Brasil dan perusahaan multinasional, yang bertindak sebagai pusat bisnis negara tersebut.
Pada tahun 2023, PDB São Paulo diperkirakan mencapai sekitar $350 miliar, menjadikannya salah satu kota dengan potensi ekonomi terkuat di Belahan Bumi Selatan. Namun, kekayaan ini tidak terdistribusi secara merata, dengan tingkat ketimpangan pendapatan yang tinggi.
Pariwisata juga merupakan komponen utama perekonomian São Paulo. Kota ini merupakan tujuan utama wisata bisnis di Brasil, yang menarik pengunjung untuk menghadiri konvensi, pameran, dan pertemuan bisnis. Selain itu, kekayaan budaya, keragaman kuliner, dan kehidupan malam yang semarak di São Paulo menjadikannya tujuan wisata rekreasi yang populer.
Tata Kelola: Tata kelola São Paulo melibatkan tingkat kotamadya dan negara bagian. Pemerintah Kotamadya, yang dipimpin oleh Wali Kota dan Dewan Kota, bertanggung jawab atas layanan lokal, termasuk perencanaan kota, pendidikan, transportasi umum, dan ruang publik.
Layanan kota São Paulo berupaya untuk melayani populasinya yang besar. Dalam hal transportasi, kota ini menjalankan sistem bus umum yang ekstensif dan berinvestasi dalam perluasan jaringan metro dan kereta api bawah tanah. São Paulo juga dikenal dengan banyaknya taman dan ruang publik, dengan Taman Ibirapuera sebagai salah satu yang paling populer.
Pendidikan di São Paulo, seperti di wilayah Brasil lainnya, diatur di tingkat federal, negara bagian, dan kota. Sistem pendidikan umum di kota ini mencakup prasekolah, sekolah dasar, dan sekolah menengah, serta pusat pendidikan kejuruan.
Budaya dan Hiburan: São Paulo merupakan tempat perpaduan budaya. Dari berbagai bangunan bersejarahnya seperti Museum Seni São Paulo (MASP), Museum Bahasa Portugis, dan Katedral São Paulo, hingga panggung teaternya yang meriah yang menampilkan produksi lokal dan internasional, kota ini menawarkan berbagai pengalaman budaya yang kaya.
São Paulo juga menjadi tuan rumah berbagai festival sepanjang tahun. Festival Film Internasional São Paulo dan São Paulo Art Biennial merupakan daya tarik internasional. Jangan lewatkan Karnaval São Paulo, perayaan musik, tari, dan budaya yang memenuhi arena sambadrome kota dengan semangat dan energi.
Di bidang olahraga, São Paulo adalah pusat kekuatan sepak bola, yang menaungi beberapa klub terkemuka, termasuk São Paulo FC, Corinthians, dan Palmeiras. Arena-arena di kota ini, seperti Morumbi dan Allianz Parque, sering kali bergema dengan sorak sorai para penggemar yang bersemangat.
Keamanan dan Keselamatan: Keamanan dan keselamatan di São Paulo menunjukkan gambaran yang beragam. Meskipun tingkat kejahatan di kota ini menurun selama bertahun-tahun, masalah seperti pencurian, perampokan, dan kejahatan dengan kekerasan masih ada. Keamanan kota diawasi oleh Polisi Militer (untuk patroli dan pencegahan kejahatan) dan Polisi Sipil (untuk investigasi kriminal), keduanya berada di bawah Sekretariat Keamanan Publik Negara Bagian São Paulo.
Layanan darurat di São Paulo sangat komprehensif, dengan layanan untuk keadaan darurat medis (SAMU), pemadam kebakaran (Corpo de Bombeiros), dan keadaan darurat polisi yang tersedia 24/7.
Kesiapsiagaan bencana difokuskan pada pengelolaan banjir yang sering terjadi di kota dan kekeringan yang terjadi sesekali. Pertahanan Sipil, bersama dengan badan-badan kota dan negara bagian, bekerja untuk mengelola risiko-risiko ini, dengan menawarkan panduan publik dan koordinasi respons.
Pendidikan dan Penelitian: São Paulo berdiri sebagai ibu kota intelektual Brasil, yang menjadi tempat berdirinya lembaga pendidikan dan penelitian ternama. Misalnya, Universitas São Paulo (USP) adalah salah satu universitas paling bergengsi di Amerika Latin. Ada pula Universitas Negeri São Paulo (UNESP) dan Universitas Federal São Paulo (UNIFESP), yang berkontribusi terhadap semangat intelektual kota tersebut.
São Paulo merupakan pusat penelitian, sebagian berkat lembaga seperti Institut Butantan, pemimpin dalam penelitian biomedis, dan Institut Penelitian Teknologi.
Berbagai program beasiswa ditawarkan oleh universitas-universitas di kota ini, serta melalui Yayasan Penelitian São Paulo (FAPESP), yang menyediakan hibah di berbagai disiplin akademis.
Sorotan Sejarah
Pendirian dan Tahun-tahun Awal: Sejarah São Paulo dimulai pada tanggal 25 Januari 1554, ketika sebuah misi didirikan oleh pendeta Jesuit Manuel da Nóbrega dan José de Anchieta. Misi ini, yang diberi nama São Paulo dos Campos de Piratininga, terletak di dataran tinggi yang dikelilingi oleh sungai, lokasi yang strategis bagi tujuan para Jesuit untuk menyebarkan Injil kepada penduduk asli.
Selama berabad-abad, São Paulo berkembang dari kota misionaris kecil menjadi kota metropolitan yang berkembang pesat. Perkembangan kota ini sangat didorong oleh para Bandeirantes (penemu jalan atau pelopor) abad ke-17, Paulistas yang melakukan ekspedisi ke pedalaman Brasil untuk mencari logam mulia dan budak pribumi.
Ledakan Abad ke-19: Pada abad ke-19, São Paulo mengalami transformasi yang mendalam. Penemuan emas di provinsi tetangga Minas Gerais menarik gelombang migran, mengubah kota tersebut menjadi titik pasokan yang penting. Selain itu, ledakan industri kopi, menyusul penghapusan perbudakan pada tahun 1888, menjadikan São Paulo sebagai pusat utama ekspor kopi. Era ini ditandai dengan akumulasi kekayaan yang signifikan, yang menyebabkan perluasan dan pembangunan perkotaan kota tersebut.
Industrialisasi dan Pertumbuhan di Abad ke-20: Abad ke-20 menandai babak baru dalam sejarah São Paulo dengan industrialisasi, yang didorong oleh pengusaha lokal dan imigran, khususnya warga Italia. Ledakan industri ini menarik para migran dari seluruh Brasil dan luar negeri, mengubah kota ini menjadi tempat peleburan berbagai budaya.
Kota ini terus berkembang pada paruh kedua abad ke-20, menjadi kota terbesar di Brasil, Amerika Selatan, dan Belahan Bumi Selatan. São Paulo berkembang menjadi pusat ekonomi Brasil, dengan berbagai industri mulai dari manufaktur dan perdagangan hingga keuangan dan teknologi.
Cerita Unik dan Menarik
Kisah Adoniran Barbosa: Salah satu tokoh paling ikonik di kota ini adalah Adoniran Barbosa, seorang musisi samba yang sangat dicintai dan menjadi terkenal karena lagu-lagunya yang menyentuh tentang kelas pekerja di São Paulo. Lahir dengan nama João Rubinato pada tahun 1910, Barbosa mengadopsi nama panggungnya karena menurutnya nama itu terdengar lebih ‘musikal’. Lagunya “Saudosa Maloca” (Gubuk Duka), yang menceritakan kisah sekelompok gelandangan yang kehilangan rumah sementara mereka karena pembangunan, telah menjadi simbol abadi urbanisasi cepat di São Paulo dan tantangan sosial yang ditimbulkannya.
Kisah Pasar Kota: Pasar Kota São Paulo, yang dikenal sebagai Mercadão, memiliki sejarah yang memikat. Dibuka pada tahun 1933, pasar ini dirancang oleh arsitek terkenal Francisco Ramos de Azevedo. Pasar ini tidak hanya dikenal karena beragamnya makanan lokal dan eksotis, tetapi juga jendela kaca patri yang dirancang oleh seniman Rusia Conrado Sorgenicht Filho, yang terkenal karena karyanya di Katedral Sé di São Paulo. Jendela-jendela ini menggambarkan berbagai aspek produksi makanan. Sejarah pasar yang kaya dan suasana yang semarak menjadikannya lokasi yang wajib dikunjungi di kota ini.
Kisah Monumen Bandeiras: Monumen Bandeiras di São Paulo, yang terletak di Taman Ibirapuera, menceritakan kisah yang unik. Patung megah ini, yang rampung pada tahun 1954 untuk memperingati hari jadi kota yang ke-400, dibuat oleh pematung Italia-Brasil Victor Brecheret. Monumen ini menggambarkan sekelompok bandeirante, yang menunjukkan latar belakang mereka yang beragam. Meskipun monumen ini mengagungkan bandeirante, ekspedisi mereka juga menggambarkan babak kelam dalam sejarah Brasil yang melibatkan perbudakan penduduk asli dan perluasan wilayah dengan mengorbankan penduduk asli. Dengan demikian, monumen ini memicu dialog tentang sejarah, memori, dan interpretasi.
São Paulo adalah kota dengan skala dan keragaman yang mencengangkan. Populasinya yang besar dan ekonomi yang kuat menggarisbawahi statusnya sebagai kota global. Dari profil demografisnya yang dinamis hingga infrastrukturnya yang luas, São Paulo menjadi contoh tantangan dan kemenangan pembangunan perkotaan. Terlepas dari berbagai masalah yang dihadapinya—seperti kesenjangan sosial-ekonomi yang mencolok, kerusakan lingkungan, dan perluasan wilayah perkotaan—São Paulo tetap menjadi kota metropolitan yang dinamis yang penuh dengan budaya, peluang, dan semangat ketahanan yang menandai karakter uniknya di antara kota-kota terkemuka di dunia. São Paulo berada di peringkat ke-5 dalam daftar 10 Kota Terbesar di Dunia.
6: Mexico City, Meksiko (22,1 Juta)
Kota Meksiko, ibu kota sekaligus kota terbesar negara ini, berdiri sebagai pusat budaya, politik, dan ekonomi yang dinamis di jantung Meksiko. Secara resmi dikenal sebagai Ciudad de México (CDMX), kota ini memiliki sejarah yang kaya sejak masa Kekaisaran Aztec dan penaklukan Spanyol. Kini, kota ini merupakan gabungan eklektik antara tradisi dan inovasi lama dan baru, kolonial dan pribumi, yang menjadikannya salah satu kota paling menarik di dunia.
Populasi dan Luas: Populasi perkotaan Kota Meksiko sekitar 22,1 juta jiwa (12,3 juta jiwa di dalam kota), yang mencakup area seluas 573 mil persegi (1.485 kilometer persegi). Hal ini menjadikan Kota Meksiko salah satu wilayah perkotaan terpadat di dunia.
Kepadatan penduduk di dalam kota sekitar 21.466 orang per mil persegi (8.283 orang per kilometer persegi), yang menunjukkan sifat kota yang padat. Tingkat pertumbuhan penduduknya rendah, sekitar 0,5% per tahun. Kota Meksiko, dengan pasar tenaga kerja yang dinamis dan daya tarik budayanya, terus menarik orang-orang dari seluruh Meksiko dan dunia.
Geografis: Kota Meksiko terletak di Lembah Meksiko, sebuah lembah besar di dataran tinggi di pusat Meksiko, pada koordinat 19.4326° Lintang Utara, dan 99.1332° Bujur Barat. Kota ini pada dasarnya berada di daerah tropis, terletak sedikit di sebelah selatan Garis Balik Utara.
Topografi Kota Meksiko sebagian besar datar dengan perbukitan landai. Kota ini dikelilingi oleh pegunungan tinggi, sehingga lembahnya seperti mangkuk yang memerangkap dan memusatkan polusi udara. Ketinggian rata-rata kota ini adalah 7.380 kaki (2.250 meter) di atas permukaan laut, menjadikannya salah satu ibu kota tertinggi di dunia. Titik tertinggi di kota ini adalah Cerro del Ajusco, pada ketinggian 12.894 kaki (3.930 meter), sedangkan titik terendahnya terdapat di Kebun Raya di Chapultepec pada ketinggian 7.185 kaki (2.190 meter).
Fitur alam seperti danau Xochimilco merupakan bagian penting dari lanskap kota. Akan tetapi, banyak danau asli kota ini telah dikeringkan untuk pembangunan perkotaan. Sungai seperti Magdalena dan Eslava mengalir melalui kota, sementara gunung-gunung megah seperti Popocatepetl dan Iztaccihuatl menjadi latar belakang yang menakjubkan.
Iklim: Ketinggian dan posisi Kota Meksiko di daerah tropis membuat iklimnya sejuk dan menyenangkan. Kota ini menikmati iklim dataran tinggi subtropis, yang ditandai dengan siang hari yang hangat dan malam yang sejuk.
Suhu tahunan rata-rata sekitar 6 4°F (18 °C) , dengan variasi ringan antara bulan terdingin (Januari, sekitar 54°F ( 12°C )) dan bulan terhangat (Mei, sekitar 64°F ( 18°C)). Curah hujan terkonsentrasi di bulan-bulan musim panas, dengan kota menerima sekitar 32 inci (800 mm) setiap tahunnya.
Tahun di Kota Meksiko secara umum dibagi menjadi musim kemarau (November hingga April) dan musim hujan (Mei hingga Oktober). Meskipun hujan, bulan-bulan musim panas sering dianggap sebagai yang terindah karena kota ini berubah menjadi hijau dan asri.
Demografi: Populasi Kota Meksiko beragam secara etnis, yang mencerminkan sifat kosmopolitan kota tersebut. Mayoritas penduduknya adalah suku Mestizo, campuran penduduk asli dan keturunan Spanyol. Ada pula populasi penduduk asli yang signifikan, terutama suku Nahuatl, dan individu yang sepenuhnya merupakan keturunan Eropa.
Dari segi distribusi usia, Kota Meksiko menunjukkan demografi yang khas di banyak negara berkembang dengan populasi muda. Sekitar setengah dari penduduk kota berusia di bawah 30 tahun, dengan usia rata-rata sekitar 28 tahun.
Bahasa Spanyol adalah bahasa yang dominan, dituturkan oleh hampir semua penduduk. Namun, banyak bahasa daerah juga dapat didengar, yang mencerminkan kekayaan keragaman budaya kota tersebut.
Dalam hal agama, sebagian besar penduduk Kota Meksiko menganut agama Katolik Roma, meskipun ada juga sejumlah besar penganut Protestan, dan semakin banyak pula individu yang tidak mengaku berafiliasi dengan agama mana pun.
Infrastruktur: Infrastruktur Kota Meksiko sangat luas dan modern. Kota ini memiliki jaringan transportasi umum yang mengesankan, termasuk Sistema de Transporte Colectivo, yang dikenal sebagai Metro, salah satu sistem kereta bawah tanah terbesar dan tersibuk di dunia. Selain itu, Metrobús, sistem bus rapid transit, dan bus tradisional melayani kota ini, sementara banyak taksi dan layanan berbagi tumpangan seperti Uber juga banyak digunakan.
Utilitas, termasuk listrik dan air, pada umumnya dapat diandalkan di Mexico City, meskipun kadang-kadang dapat terjadi kekurangan dan gangguan.
Kota ini memiliki jaringan telekomunikasi yang luas, dengan jangkauan internet dan telepon seluler yang luas. Media nasional dan internasional memiliki kehadiran yang kuat di kota ini, dengan banyaknya surat kabar, stasiun televisi, dan stasiun radio yang beroperasi.
Layanan kesehatan di Mexico City dilayani oleh gabungan entitas publik dan swasta. Kota ini memiliki beberapa fasilitas layanan kesehatan terbaik di negara ini, termasuk rumah sakit yang sangat terkenal seperti Centro Médico Nacional Siglo XXI dan Hospital Español.
Ekonomi: Perekonomian Kota Meksiko beragam dan kuat, menyumbang sekitar seperenam dari Produk Domestik Bruto (PDB) Meksiko. PDB kota ini merupakan yang tertinggi di antara semua kota di Meksiko, menjadikannya jantung ekonomi negara tersebut.
Beberapa industri menjadi penggerak utama perekonomian kota ini. Sektor jasa, yang meliputi keuangan, asuransi, dan real estate, sejauh ini merupakan penyumbang PDB terbesar bagi kota ini. Kota Meksiko merupakan pusat keuangan utama di Amerika Latin, yang menjadi tempat kedudukan Bursa Efek Meksiko dan kantor pusat sejumlah bank nasional dan internasional.
Manufaktur juga memainkan peran penting dalam perekonomian Kota Meksiko, terutama di sektor-sektor seperti makanan dan minuman, tembakau, pakaian, produk kertas, dan farmasi.
Kota ini menawarkan lanskap ketenagakerjaan yang dinamis. Akan tetapi, seperti banyak kota besar lainnya, kota ini memiliki dikotomi antara ketenagakerjaan formal dan informal. Pekerjaan di sektor formal ditemukan di pemerintahan, perusahaan besar, dan usaha kecil dan menengah yang mapan. Sebaliknya, sektor informal, yang meliputi pedagang kaki lima dan usaha kecil yang tidak terdaftar, menyediakan sebagian besar lapangan pekerjaan.
Pariwisata di Mexico City telah mengalami pertumbuhan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir. Sejarah kota yang kaya, kekayaan arsitektur, kelezatan gastronomi, dan dunia seni yang semarak menarik pengunjung dari seluruh dunia. Pada tahun 2021, kota ini dinobatkan sebagai tempat nomor satu untuk dikunjungi oleh New York Times karena sajian budayanya yang dinamis dan dunia kuliner yang inovatif.
Tata Kelola: Kota Meksiko adalah entitas federal di Meksiko, setara dengan negara bagian, dan ibu kota negara. Kepala pemerintahan adalah Wali Kota yang dipilih. Pemerintah kota bertanggung jawab atas layanan publik seperti air, pengelolaan limbah, dan transportasi umum, antara lain.
Pendidikan di Mexico City diawasi oleh Sekretariat Pendidikan Publik. Kota ini merupakan rumah bagi banyak lembaga pendidikan dan universitas paling bergengsi di Meksiko, termasuk Universitas Otonom Nasional Meksiko (UNAM) dan Institut Teknologi dan Pendidikan Tinggi Monterrey.
Ruang publik di Kota Meksiko sangat banyak dan beragam, termasuk taman, alun-alun, dan situs bersejarah. Taman Chapultepec, salah satu taman kota terbesar di Belahan Bumi Barat, dan Zócalo, alun-alun utama kota, merupakan beberapa ruang publik terpenting, yang menyediakan ruang hijau, kesempatan rekreasi, dan acara budaya bagi penduduk dan wisatawan.
Budaya dan Hiburan: Kota Meksiko adalah pusat seni, budaya, dan hiburan yang ramai. Banyak sekali tempat bersejarah yang dapat dikunjungi, seperti Pusat Sejarah kota, situs Warisan Dunia UNESCO, yang memiliki banyak bangunan era kolonial, termasuk Katedral Metropolitan yang menakjubkan dan Istana Nasional.
Dunia seni di kota ini terkenal di dunia, dengan banyak galeri dan museum, termasuk Museo Frida Kahlo, Palacio de Bellas Artes, dan Museum Antropologi. Seni kontemporer juga berkembang pesat, dengan tempat-tempat seperti Museo Jumex dan Museum Seni Kontemporer Universitas (MUAC) yang menawarkan pameran inovatif.
Kota Meksiko juga menjadi tuan rumah banyak festival tahunan, seperti perayaan Hari Orang Mati, Festival Film Internasional, dan Festival Internacional de las Luces, sebuah perayaan seni berbasis cahaya.
Olahraga merupakan bagian penting dari budaya Kota Meksiko. Kota ini menjadi rumah bagi beberapa klub sepak bola profesional, yang paling terkenal adalah Club América dan Cruz Azul. Autódromo Hermanos Rodríguez, yang menjadi tuan rumah Grand Prix Meksiko, dan Estadio Azteca, salah satu stadion sepak bola terbesar di dunia, merupakan tempat olahraga yang ikonik.
Keamanan dan Keselamatan: Seperti kota besar lainnya, keamanan dan keselamatan merupakan isu penting di Mexico City. Tingkat kejahatan bervariasi di berbagai wilayah kota, dengan lingkungan tertentu mengalami tingkat kejahatan lebih tinggi daripada yang lain. Namun, pemerintah telah menerapkan berbagai langkah untuk mengurangi kejahatan dan meningkatkan keselamatan, termasuk peningkatan kehadiran polisi dan kamera pengawas di banyak wilayah.
Layanan darurat di Mexico City sangat tangguh, dengan nomor darurat khusus, 911, yang dapat dihubungi untuk keadaan darurat polisi, pemadam kebakaran, atau medis. Fasilitas perawatan kesehatan di kota ini dilengkapi untuk menangani keadaan darurat, dengan rumah sakit khusus dan pusat trauma.
Dalam hal kesiapsiagaan bencana, Kota Meksiko terletak di daerah yang rawan gempa bumi. Kota ini telah menerapkan sistem peringatan dini untuk gempa bumi dan menyelenggarakan latihan rutin untuk mempersiapkan warga menghadapi kejadian seperti itu.
Pendidikan dan Penelitian: Pendidikan sangat dihargai di Mexico City, dengan tingkat literasi kota yang menjadi salah satu yang tertinggi di negara ini. Kota ini menjadi tuan rumah bagi banyak lembaga pendidikan bergengsi, mulai dari sekolah dasar dan menengah hingga universitas dan lembaga penelitian.
Di antara lembaga pendidikan tinggi, Universitas Otonom Nasional Meksiko (UNAM) dan Institut Teknologi dan Pendidikan Tinggi Monterrey menonjol. UNAM, salah satu universitas tertua di Amerika, diakui sebagai lembaga penelitian terkemuka di seluruh dunia.
Kota Meksiko merupakan pusat penelitian ilmiah di Meksiko, dengan banyak lembaga penelitian dan lembaga pemikir. Kota ini juga mendorong penelitian melalui beasiswa dan hibah bagi mahasiswa Meksiko dan internasional. CONACYT, Dewan Nasional untuk Sains dan Teknologi, merupakan badan utama yang mengawasi dan mendanai penelitian di Meksiko.
Sorotan Sejarah
Sejarah Kota Meksiko bagaikan kain tenun agung yang dijalin dari jalinan kerajaan, budaya, penaklukan, dan revolusi. Akar kota ini berawal dari abad ke-14 ketika suku Aztec, yang juga dikenal sebagai Mexica, mendirikan ibu kota mereka, Tenochtitlan, di sebuah pulau di Danau Texcoco.
Runtuhnya Kekaisaran Aztec: Pada tahun 1521, penakluk Spanyol Hernán Cortés memimpin ekspedisi yang mengakibatkan jatuhnya Kekaisaran Aztec. Ia meratakan Tenochtitlan dengan tanah dan, menggunakan reruntuhan kota tersebut, membangun ibu kota Spanyol baru, New Spain, yang diberi nama Mexico City. Banyak bangunan tertua di kota tersebut, termasuk Katedral Metropolitan dan Istana Nasional, dibangun selama era kolonial ini.
Kemerdekaan: Perjuangan Meksiko untuk merdeka dari Spanyol dimulai pada tahun 1810, dengan Kota Meksiko menjadi pusat gerakan ini. Pada tahun 1821, setelah perang selama satu dekade, Spanyol akhirnya melepaskan kendali, dan kota tersebut menjadi ibu kota Meksiko yang baru merdeka.
Perang: Abad ke-19 dan awal abad ke-20 merupakan masa penuh gejolak bagi Kota Meksiko. Perang Meksiko-Amerika, Perang Reformasi, dan Intervensi Prancis merupakan peristiwa yang menyebabkan perubahan politik dan teritorial yang signifikan. Revolusi Meksiko pada awal abad ke-20 membawa pergolakan dan transformasi lebih lanjut, dengan Kota Meksiko sebagai pusat perubahan bersejarah ini.
Gempa Bumi: Pada paruh kedua abad ke-20, Kota Meksiko berkembang pesat, tumbuh menjadi kota metropolitan kosmopolitan yang ramai. Tragedi terjadi pada tahun 1985 ketika gempa bumi dahsyat menghantam kota tersebut, menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kerusakan yang meluas. Namun, Kota Meksiko menunjukkan ketahanan dan telah dibangun kembali, mempertahankan statusnya sebagai kota global yang dinamis.
Cerita Unik dan Menarik
Kota Meksiko memiliki banyak koleksi cerita yang mencerminkan sejarahnya yang mendalam dan budayanya yang beragam.
Bendera Meksiko: Salah satu kisah tersebut adalah tentang asal usul bendera Meksiko, yang menampilkan seekor elang yang bertengger di atas kaktus dan memangsa seekor ular. Gambar ini berdasarkan legenda Aztec yang menubuatkan bahwa suku Aztec akan membangun kota mereka di tempat mereka melihat tanda ini. Di sebuah pulau di Danau Texcoco, tempat Kota Meksiko sekarang berdiri, mereka diduga melihat simbol kenabian tersebut.
Tenggelam: Kisah menarik lainnya adalah tenggelamnya Kota Meksiko. Karena kota ini dibangun di atas danau, kota ini tenggelam dengan kecepatan yang mengkhawatirkan akibat pengambilan air tanah. Beberapa area kota telah tenggelam lebih dari 30 kaki (9 meter) dalam 100 tahun terakhir. Fenomena ini mengakibatkan banyak bangunan dan jalan yang tidak rata, yang berkontribusi pada karakter kota yang unik.
Tokoh Menarik: Kota Meksiko juga memiliki banyak tokoh menarik. Salah satunya adalah La Malinche, seorang wanita pribumi yang memainkan peran penting dalam penaklukan Spanyol sebagai penerjemah dan penasihat Hernán Cortés. Ia merupakan tokoh kontroversial dalam sejarah Meksiko, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai pengkhianat dan oleh sebagian lainnya dianggap sebagai korban atau bahkan ibu simbolis bagi orang-orang Meksiko baru.
Pulau Boneka: Kisah “Pulau Boneka” (Isla de las Muñecas) adalah kisah menarik lainnya. Terletak di kanal-kanal di selatan pusat kota, pulau ini adalah rumah bagi ratusan boneka yang digantung oleh mantan penduduk pulau itu, Julián Santana Barrera. Barrera menggantung boneka-boneka itu untuk menenangkan arwah seorang gadis yang diduga tenggelam di dekatnya. Saat ini, pulau yang menyeramkan itu menjadi objek wisata.
Kota Meksiko, kota metropolitan yang luas dengan akar sejarah yang dalam, merupakan perpaduan menawan dari berbagai zaman, budaya, dan ide. Dari susunan demografisnya yang dinamis hingga infrastruktur perkotaannya yang ramai, dari keunikan geografis dan iklimnya hingga budayanya yang dinamis, kota ini menawarkan segudang pengalaman yang beragam sekaligus menarik. Ragam kehidupannya yang kaya terus terungkap, berkontribusi pada narasi yang terus berkembang yang mengundang penduduk dan pengunjung untuk berpartisipasi dalam kisah bersama. Dari gema peradaban kuno hingga irama kehidupan perkotaan modern yang berdenyut, Kota Meksiko benar-benar mewujudkan jiwa Meksiko. Kota Meksiko berada di peringkat ke-6 dalam daftar 10 Kota Terbesar di Dunia.
7: Kairo, Mesir (21,7 Juta)
Terletak di timur laut benua Afrika, Kairo, ibu kota Mesir, sering digambarkan sebagai tempat lahirnya peradaban karena signifikansi historisnya. Kairo merupakan gabungan sejarah kuno dan modernisasi yang pesat, yang secara mulus menggabungkan bangunan bersejarah berusia berabad-abad dengan kota-kota metropolitan modern yang ramai. Kota ini telah menjadi ibu kota berbagai peradaban dan kekaisaran, menjadikannya kota yang sangat beragam dengan perpaduan budaya, kepercayaan, dan tradisi yang unik.
Populasi dan Ukuran: Kairo, dengan populasi perkotaannya saat ini sekitar 21,7 juta jiwa (9,6 juta di dalam kota), tetap menjadi kota terbesar di Afrika dan Timur Tengah. Tersebar di area seluas sekitar 1.191 mil (3.085 kilometer persegi), Kairo memiliki kepadatan penduduk sekitar 8.060 orang per mil persegi (3.112 orang per kilometer persegi). Populasi telah tumbuh secara stabil pada tingkat tahunan sekitar 2,04% selama dekade terakhir, tingkat yang sedikit lebih rendah dari rata-rata nasional. Pertumbuhan ini dapat dikaitkan dengan peluang ekonomi yang terus ditawarkan kota ini dan signifikansi budaya dan sejarahnya, yang terus menarik orang dari seluruh negeri dan dunia.
Geografis: Kairo terletak secara strategis di 30.0444° LU, 31.2357° BT, di sepanjang Sungai Nil di timur laut Mesir. Kota ini terletak di antara Laut Mediterania di utara dan Gurun Sahara yang spektakuler di barat, menikmati penempatan geografis yang unik yang telah membentuk lintasan sejarah, ekonomi, dan budayanya.
Topografi Kairo relatif datar karena posisinya di Delta Nil. Namun, titik paling selatan kota, di Perbukitan Moqattam, memiliki ketinggian sekitar 345 kaki (105 meter) di atas permukaan laut. Medan ini telah memengaruhi perluasan Kairo selama berabad-abad, dengan pertumbuhan yang sebagian besar ke arah utara dan barat. Kairo sangat tidak memiliki danau alami, tetapi Sungai Nil yang memberi kehidupan, sumber air utama Mesir, mengalir melalui kota, menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan.
Iklim: Iklim Kairo adalah tipe gurun panas, yang dicirikan oleh perbedaan suhu yang signifikan antara musim panas dan musim dingin. Musim panas (Mei hingga Oktober) sangat panas dan kering, dengan suhu yang sering kali melebihi 95 °F (35 °C) . Di sisi lain, musim dingin (November hingga April), menawarkan kontras yang mencolok dengan suhu yang sejuk dan agak menyenangkan, biasanya berkisar sekitar 68 °F (20 °C) .
Kota ini mengalami curah hujan tahunan yang sangat sedikit, rata-rata kurang dari satu inci per tahun, terutama selama bulan-bulan musim dingin. Meskipun musim panas sangat terik, cuaca Kairo pada umumnya nyaman karena tingkat kelembapan yang rendah. Selain itu, lokasi kota yang dekat dengan gurun Sahara memengaruhi angin musiman “Khamsin”, angin panas yang mengandung pasir yang bertiup dari selatan, terutama di musim semi.
Demografi: Lanskap demografi Kairo sebagian besar homogen, dengan sebagian besar penduduknya merupakan etnis Mesir. Namun, campuran halus dari kelompok minoritas, termasuk suku Nubia, Badui, dan komunitas etnis kecil lainnya, menambah kekayaan budaya kota tersebut.
Dari segi distribusi usia, populasi Kairo tergolong muda, dengan usia rata-rata sekitar 24 tahun. Sekitar dua pertiga populasi berusia di bawah 30 tahun, menjadikan Kairo kota yang muda dan dinamis.
Bahasa Arab adalah bahasa resmi dan digunakan oleh hampir semua warga Kairo. Bahasa Inggris dan Prancis juga dipahami dan digunakan secara luas, terutama di sektor bisnis dan pariwisata.
Secara agama, Kairo sebagian besar penduduknya beragama Islam, dengan agama Islam yang dianut oleh mayoritas penduduknya. Akan tetapi, kota ini juga merupakan rumah bagi komunitas Kristen Koptik yang cukup besar dan kelompok-kelompok kecil minoritas agama lainnya, yang menonjolkan keberagaman agama di kota ini.
Infrastruktur: Infrastruktur Kairo merupakan perpaduan antara kemegahan historis dan kepraktisan modern. Dari piramida dan masjid kuno hingga gedung-gedung tinggi kontemporer dan jalur metro, lingkungan binaan kota mencerminkan sejarahnya yang mengakar dan modernisasi yang pesat.
Kota ini memiliki sistem transportasi yang luas, termasuk Metro Kairo, salah satu dari hanya dua sistem metro di Afrika. Metro melayani lebih dari 4 juta orang setiap hari, menyediakan sarana transportasi yang efisien dan terjangkau. Bandara Internasional Kairo berfungsi sebagai pusat penerbangan utama, yang menghubungkan kota ini dengan seluruh dunia. Jaringan jalan kota ini luas tetapi sering mengalami kemacetan lalu lintas karena kepadatan penduduk yang tinggi.
Infrastruktur utilitas Kairo sangat kuat, dengan sebagian besar rumah tangga memiliki akses ke fasilitas listrik, air, dan sanitasi. Namun, seiring pertumbuhan kota, tantangan dalam memelihara dan memperluas utilitas ini tetap ada.
Dalam hal komunikasi, Kairo merupakan pusat media dan telekomunikasi di Timur Tengah dan Afrika Utara. Dengan akses yang luas ke layanan internet dan tingkat penetrasi telepon seluler yang tinggi, kota ini merupakan salah satu kota yang paling terhubung di kawasan tersebut.
Sistem layanan kesehatan Kairo mencakup fasilitas publik dan swasta. Kota ini merupakan rumah bagi beberapa rumah sakit dan lembaga penelitian medis terpenting di Mesir. Namun, seperti banyak kota besar yang sedang berkembang, Kairo menghadapi tantangan dalam memastikan layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas tinggi bagi semua penduduknya.
Ekonomi: Kairo berfungsi sebagai pusat ekonomi Mesir, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB negara tersebut. Pada tahun 2023, PDB kota ini mencapai sekitar $140 miliar, menjadikannya salah satu ekonomi terbesar di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Perekonomian kota ini beragam, dengan sektor-sektor utama meliputi manufaktur, konstruksi, telekomunikasi, dan teknologi informasi. Sektor manufaktur Kairo menghasilkan berbagai barang mulai dari tekstil hingga mobil dan produk makanan. Lokasi strategis kota ini di Sungai Nil secara historis telah memfasilitasi perdagangan dan perniagaan, sebuah faktor yang terus memainkan peran penting dalam perekonomiannya yang berkembang pesat.
Ketenagakerjaan di Kairo didorong oleh sektor publik dan swasta, dengan sebagian besar tenaga kerja kota bekerja di layanan pemerintah. Namun, selama dekade terakhir, sektor swasta, khususnya di bidang seperti teknologi, ritel, dan keuangan, telah mengalami pertumbuhan yang substansial.
Pariwisata merupakan bagian penting dari perekonomian Kairo. Sebagai rumah bagi sejumlah bangunan bersejarah ikonik seperti Piramida Giza, Sphinx, dan Museum Mesir, kota ini menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya. Selain berbagai objek wisata sejarah dan budayanya, kehidupan jalanan Kairo yang semarak, pasar yang ramai, dan kuliner yang kaya turut menjadikan kota ini sebagai destinasi wisata utama.
Tata Kelola: Struktur tata kelola lokal Kairo memiliki banyak aspek, terdiri dari Kegubernuran Kairo dan berbagai dewan kota. Kegubernuran Kairo, yang dipimpin oleh Gubernur, mengawasi semua aspek administrasi kota, mulai dari utilitas publik dan transportasi hingga kesehatan dan pendidikan. Dewan lokal di tingkat distrik menangani lebih banyak masalah lokal.
Layanan publik di Kairo beragam dan luas, meliputi utilitas, transportasi publik, pengelolaan limbah, dan banyak lagi. Namun, urbanisasi dan pertumbuhan populasi yang cepat telah menimbulkan tantangan dalam menyediakan layanan ini secara efisien dan adil.
Pendidikan di Kairo diawasi oleh Kementerian Pendidikan dan Pemerintah Daerah Kairo. Kota ini memiliki banyak sekolah negeri dan swasta yang menawarkan pendidikan dalam bahasa Arab, Inggris, Prancis, dan Jerman.
Ruang publik Kairo merupakan bukti kekayaan sejarah dan budayanya. Kota ini menawarkan berbagai taman, kebun, dan alun-alun, termasuk Alun-alun Tahrir yang terkenal. Ruang publik ini berfungsi sebagai area komunal yang penting untuk interaksi sosial dan acara budaya.
Budaya dan Hiburan: Kairo, yang sering disebut sebagai kota seribu menara, menawarkan pemandangan budaya yang sangat semarak dan beragam. Dari piramida kuno dan masjid bersejarah hingga galeri seni kontemporer dan teater, sajian budaya kota ini sangat luas dan beragam.
Landmark seperti Piramida Giza, Sphinx, Museum Mesir, dan Benteng memberikan gambaran sekilas tentang kedalaman sejarah dan budaya kota ini. Seni kontemporer dipromosikan di tempat-tempat seperti Gedung Opera Kairo dan berbagai galeri seni yang tersebar di seluruh kota.
Festival-festival di Kairo, seperti Festival Film Internasional Kairo, Festival Jazz Kairo, dan berbagai festival keagamaan, menonjolkan kekayaan budaya kota ini. Olahraga juga memainkan peran penting dalam budaya Kairo, dengan sepak bola sebagai olahraga yang sangat populer. Kota ini menjadi tuan rumah bagi beberapa tim dan stadion sepak bola yang diakui secara internasional.
Keamanan dan Keselamatan: Kairo, seperti kota besar lainnya di dunia, menghadapi tantangan terkait keamanan dan keselamatan. Tingkat kejahatan di kota ini secara umum sebanding dengan kota-kota lain dengan ukuran yang sama. Namun, kejahatan kecil seperti pencopetan dapat menjadi masalah, terutama di daerah yang padat penduduk. Kejahatan yang lebih serius relatif lebih jarang terjadi.
Layanan darurat di Kairo sangat lengkap dan tanggap, dengan beberapa rumah sakit dan klinik yang menawarkan perawatan darurat 24/7. Pemadam kebakaran dan kepolisian kota juga diperlengkapi dengan baik untuk menanggapi keadaan darurat.
Dalam hal kesiapsiagaan bencana, lokasi geografis Kairo membuatnya rentan terhadap bencana alam tertentu, termasuk gempa bumi dan banjir sesekali. Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan kota terhadap kejadian seperti itu, berinvestasi dalam sistem peringatan dini dan infrastruktur tanggap darurat.
Pendidikan dan Penelitian: Kairo merupakan pusat pendidikan dan penelitian terkemuka di Timur Tengah dan Afrika. Kota ini menjadi rumah bagi sejumlah universitas, termasuk Universitas Kairo yang ternama, Universitas Ain Shams, dan Universitas Amerika di Kairo. Institusi-institusi ini menawarkan berbagai program di berbagai bidang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap penelitian akademis di kawasan tersebut.
Kota ini juga menjadi tempat beberapa lembaga penelitian khusus, termasuk Pusat Penelitian Nasional dan Pusat Penelitian Pertanian. Lembaga-lembaga ini melakukan penelitian penting di bidang-bidang seperti pertanian, kedokteran, teknik, dan ilmu pengetahuan alam.
Program beasiswa tersedia bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang. Khususnya, pemerintah Mesir dan berbagai lembaga internasional menawarkan beasiswa bagi mahasiswa Mesir dan mahasiswa asing yang belajar di Mesir. Beasiswa ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengejar pendidikan berkualitas dan berkontribusi pada semangat intelektual Kairo.
Sorotan Sejarah
Kairo, ibu kota Mesir, memiliki sejarah yang membentang ribuan tahun, yang menyatukan berbagai peradaban dan budaya. Kronik kota ini dapat dibagi menjadi beberapa era, yang masing-masing telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan pada sejarah Kairo.
Kairo Awal: Akar Kairo dapat ditelusuri kembali ke tahun 2000 SM, ketika kota kuno Memphis, yang terletak di dekat Kairo saat ini, menjadi ibu kota Mesir. Pada abad ke-1, bangsa Romawi membangun kota benteng yang dikenal sebagai Babilonia di Mesir, yang sebagiannya masih ada di Kairo Lama.
Dinasti Fatimiyah: Namun, Kairo yang kita kenal saat ini benar-benar mulai terbentuk pada tahun 969 M dengan datangnya Dinasti Fatimiyah. Mereka mendirikan Al-Qahirah (Sang Pemenang), yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Kairo. Fatimiyah membangun bangunan-bangunan penting seperti Masjid Al-Azhar, yang kemudian menjadi salah satu universitas tertua di dunia.
Pemerintahan Mamluk: Kota ini semakin berkembang di bawah kekuasaan Mamluk dari abad ke-13 hingga abad ke-16. Mamluk, mantan tentara budak yang naik ke tampuk kekuasaan, meninggalkan warisan arsitektur yang abadi, membangun banyak masjid, madrasah, dan karavan, yang berkontribusi pada reputasi Kairo sebagai kota seribu menara.
Modernisasi: Pada pertengahan abad ke-19, di bawah pemerintahan Khedive Ismail, Kairo mengalami modernisasi yang signifikan. Ismail membayangkan Kairo sebagai “Paris di tepi Sungai Nil,” yang mengarah pada pembangunan banyak bangunan dan infrastruktur bergaya Eropa.
Abad ke-20: Sejarah Kairo terkini juga patut dicatat. Pada abad ke-20, kota ini menjadi pusat perubahan politik dan sosial yang besar, mulai dari penggulingan monarki pada tahun 1952 hingga protes Musim Semi Arab pada tahun 2011. Kini, Kairo terus berkembang, berusaha menyeimbangkan warisan sejarahnya yang kaya dengan tuntutan kota metropolitan yang mengalami modernisasi dengan cepat.
Cerita Unik dan Menarik
Sejarah Kairo yang kaya telah memunculkan segudang kisah dan legenda menarik yang menambah daya tarik kota tersebut.
Nama Kairo: Salah satu kisah tersebut berkisar pada asal-usul nama Kairo. Kota ini awalnya bernama Al-Qahirah yang diambil dari nama planet Mars, yang dikenal sebagai “Al-Najm Al-Qahir” dalam bahasa Arab, yang sedang terbit di langit pada saat kota tersebut didirikan. Dinasti Fatimiyah menganggap hal ini sebagai pertanda baik, oleh karena itu namanya.
Piramida Giza: Narasi menarik lainnya berkaitan dengan Piramida Giza yang ikonik. Bertentangan dengan kepercayaan umum, keajaiban kuno ini tidak dibangun oleh budak, melainkan oleh pekerja bayaran. Pengungkapan ini muncul dari gulungan papirus kuno yang ditemukan di pelabuhan Laut Merah Wadi al-Jarf, yang menawarkan wawasan unik tentang kehidupan para pembangun piramida.
Pemakaman Kairo: Kota Orang Mati Kairo, pemakaman luas yang telah menjadi rumah bagi penduduk yang masih hidup, menawarkan kisah menarik lainnya. Di pekuburan luas ini, makam dan mausoleum berfungsi ganda sebagai tempat tinggal, dengan keluarga yang tinggal bersama leluhur mereka. Pengaturan tempat tinggal yang tidak biasa ini, sebagai respons terhadap kekurangan perumahan di Kairo, menyajikan perpaduan yang menyentuh antara kehidupan dan kematian, sejarah dan masa kini.
Nilometer: Kisah “Nilometer” Kairo merupakan narasi menarik lainnya. Dibangun pada tahun 861 Masehi, perangkat kuno ini digunakan untuk mengukur tingkat air Sungai Nil. Hasil pembacaan yang tinggi menunjukkan panen yang melimpah, hasil pembacaan yang rendah meramalkan kelaparan, dan hasil pembacaan di tengah berarti tahun yang seimbang. Nilometer menggambarkan kecerdikan penduduk Kairo dan hubungan simbiosis mereka dengan Sungai Nil.
Kairo, dengan sejarahnya yang kaya, keragaman budaya, dan lanskap perkotaan yang dinamis, benar-benar kota yang tiada duanya. Kota ini adalah kota tempat masa lalu dan masa kini berbaur dalam tarian yang memikat, menawarkan pengalaman yang tak tertandingi bagi penduduk dan pengunjung. Kairo adalah bukti ketahanan dan kecerdikan peradaban manusia, yang berfungsi sebagai cermin yang mencerminkan perjalanan sejarah umat manusia sekaligus menatap kemungkinan masa depan yang tak terbatas. Seiring kota ini terus tumbuh dan berkembang, kota ini membawa serta warisan masa lalunya yang mendalam, yang membentuk lintasannya di dunia yang berubah dengan cepat. Kairo berada di peringkat ke-7 dalam daftar 10 Kota Terbesar di Dunia.
8: Beijing, Cina (21,3 juta)
Beijing, yang dulunya dikenal di dunia Barat sebagai Peking, adalah ibu kota Republik Rakyat Tiongkok, dan salah satu kota terpadat di dunia. Sebagai kota dengan warisan sejarah yang kaya, kota ini telah menjadi jantung sejarah Tiongkok selama berabad-abad, pusat budaya, politik, pendidikan, dan inovasinya. Pemandangan kota Beijing merupakan perpaduan menarik antara yang lama dan yang baru, dari kompleks istana Kota Terlarang kuno dan Kuil Surga hingga arsitektur kontemporer Stadion Nasional dan Markas Besar CCTV.
Populasi dan Ukuran: Beijing membanggakan populasi perkotaan sekitar 21,3 juta penduduk, angka yang mewakili kota itu sendiri dan wilayah kotamadya yang lebih besar. Kota itu sendiri memiliki 19 juta penduduk. Meliputi total area seluas 6.336 mil persegi (16.411 kilometer persegi), Beijing hampir dua kali ukuran Kota New York di Amerika Serikat. Kota ini memiliki kepadatan penduduk sekitar 2.999 orang per mil persegi (1.158 orang per kilometer persegi). Selama dekade terakhir, kota ini telah mengalami tingkat pertumbuhan penduduk tahunan yang stabil sekitar 0,5 persen. Meskipun kota ini mengalami modernisasi dan pembangunan yang pesat, tingkat pertumbuhannya diredam oleh undang-undang kependudukan yang ketat dan upaya untuk mengekang kepadatan penduduk di pusat kota.
Geografis: Beijing terletak di bagian utara Tiongkok, berpusat pada sekitar 39,9° Lintang Utara dan 116,4° Bujur Timur. Kota ini berbatasan dengan Provinsi Hebei di utara, barat, dan selatan, serta Kotamadya Tianjin di timur.
Topografi Beijing cukup beragam, ditandai oleh perpaduan dataran dan pegunungan. Kota ini sebagian besar datar, terdiri dari dataran luas yang mencakup tiga perempat wilayahnya. Namun, bagian barat laut dan utara didominasi oleh jajaran Pegunungan Xishan dan Jundu yang megah.
Ketinggian bervariasi secara signifikan di seluruh kota. Dataran datar di perkotaan Beijing terletak pada ketinggian sekitar 131 kaki (40 meter), sementara titik-titik tinggi pegunungan di barat laut mencapai lebih dari 6.562 kaki (2.000 meter), dengan puncak tertinggi, Gunung Lingshan, berdiri tegak setinggi 7.556 kaki (2.303 meter).
Beijing diberkahi dengan beberapa fitur alam. Kota ini dipenuhi dengan danau-danau seperti Danau Kunming dan Danau Shichahai, serta Sungai Yongding dan Chaobai yang indah mengalir melalui kota ini. Perairan ini memainkan peran penting dalam iklim dan budaya lokal kota ini.
Iklim: Beijing mengalami iklim kontinental lembap yang dipengaruhi angin muson, yang ditandai dengan musim panas yang panas dan lembap serta musim dingin yang dingin dan kering. Hal ini disebabkan oleh posisinya di tepi utara Dataran Cina Utara.
Suhu musim panas dapat meningkat hingga di atas 86 °F (30 °C) , sementara suhu musim dingin dapat turun hingga di bawah 14 °F (-10 °C) . Suhu rata-rata tahunan kota ini adalah sekitar 54 °F ( 12 °C) .
Pola curah hujan menunjukkan variasi musiman yang mencolok. Sebagian besar curah hujan terjadi pada bulan-bulan musim panas, khususnya Juli dan Agustus, karena pengaruh musim hujan Asia Timur. Bulan-bulan musim dingin biasanya kering, dengan sebagian besar curah hujan jatuh sebagai salju.
Demografi: Populasi Beijing relatif homogen dalam hal etnis, dengan etnis Han Tiongkok yang mencakup sekitar 95% dari populasi. Suku minoritas, termasuk kelompok etnis Manchu, Hui, dan Mongol, merupakan sisanya.
Dari segi distribusi usia, struktur populasi Beijing menunjukkan penyebaran yang relatif merata. Akan tetapi, kota ini dicirikan oleh populasi usia kerja yang menonjol, akibat migrasi untuk pekerjaan dan pendidikan.
Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Mandarin, dan merupakan bahasa pengantar di sekolah dan universitas. Sementara generasi muda semakin banyak belajar bahasa Inggris, percakapan sehari-hari sebagian besar menggunakan bahasa Mandarin, dengan dialek Beijing yang khas.
Dalam hal agama, Beijing, seperti wilayah Cina lainnya, sebagian besar bersifat sekuler. Sebagian kecil penduduknya menganut agama Buddha, Taoisme, atau agama rakyat. Ada juga komunitas kecil Muslim, Kristen, dan kelompok agama lainnya.
Infrastruktur: Infrastruktur Beijing merupakan bukti pesatnya pembangunan Tiongkok selama beberapa dekade terakhir.
Kota ini memiliki jaringan transportasi yang lengkap. Bandara Internasional Ibu Kota Beijing merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia, dan jalur kereta api berkecepatan tinggi di kota ini menghubungkannya dengan sebagian besar kota besar di Tiongkok lainnya. Sistem metro Beijing, salah satu yang terpanjang dan tersibuk di dunia, beserta jaringan bus yang luas, melayani kebutuhan perjalanan harian kota ini.
Infrastruktur utilitas sangat berkembang, dengan hampir semua rumah tangga memiliki akses terhadap listrik, air bersih, dan fasilitas sanitasi. Bauran energi kota semakin mengutamakan sumber daya terbarukan, sejalan dengan tujuan lingkungan Tiongkok.
Infrastruktur komunikasi Beijing sangat canggih, dengan jangkauan jaringan internet dan seluler yang luas. Kota ini memimpin dalam penerapan teknologi 5G, menjadikannya pelopor global di bidang ini.
Fasilitas perawatan kesehatan di Beijing termasuk yang terbaik di negara ini. Kota ini memiliki beberapa rumah sakit papan atas, dan cakupan perawatan kesehatan telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan tersedianya skema asuransi publik dan swasta.
Ekonomi: Beijing, sebagai ibu kota ekonomi terbesar kedua di dunia, merupakan pusat kegiatan ekonomi yang vital. Kepentingan strategisnya dan infrastrukturnya yang kuat telah memfasilitasi pertumbuhan beberapa industri.
Industri utama di Beijing meliputi teknologi, keuangan, dan real estat. Sebagai Lembah Silikon Tiongkok, kawasan Zhongguancun di Beijing menaungi banyak raksasa teknologi, perusahaan rintisan, dan lembaga penelitian, yang mendorongnya ke garis depan sektor teknologi. Industri keuangan kota ini didukung oleh keberadaan banyak bank, perusahaan investasi, dan perusahaan asuransi. Real estat, meskipun ada langkah-langkah pendinginan baru-baru ini, terus menjadi kontributor signifikan terhadap PDB kota.
Dalam hal ketenagakerjaan, Beijing memiliki pasar tenaga kerja yang beragam. Kota ini menarik pekerja terampil dari seluruh negeri, khususnya di sektor teknologi, keuangan, dan publik. Tingkat ketenagakerjaan kota ini relatif stabil, dengan pengangguran biasanya lebih rendah dari rata-rata nasional.
PDB Beijing sangat mengesankan, mencerminkan statusnya sebagai salah satu kota terkaya di Cina. Pada tahun 2023, PDB kota ini diperkirakan mencapai lebih dari 3,5 triliun yuan ($490 miliar), yang merupakan bagian penting dari keseluruhan output ekonomi Cina.
Pariwisata memegang peranan penting dalam perekonomian Beijing. Sebagai rumah bagi tujuh Situs Warisan Dunia UNESCO, termasuk Tembok Besar, Kota Terlarang, dan Istana Musim Panas, Beijing menarik jutaan wisatawan domestik dan internasional setiap tahunnya, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal.
Tata Kelola: Beijing, sebagai ibu kota, dikelola langsung oleh pemerintah nasional Tiongkok, dengan Pemerintah Kota Beijing yang mengurus operasi sehari-hari.
Pemerintah kota menyediakan berbagai layanan, mulai dari menjaga ketertiban umum hingga mengelola transportasi umum dan tata kota. Ruang publik, termasuk taman, kebun, dan alun-alun, terawat dengan baik, menyediakan tempat rekreasi dan relaksasi bagi penduduk dan wisatawan.
Pendidikan di Beijing diawasi oleh komisi pendidikan kota. Kota ini merupakan rumah bagi banyak universitas dan lembaga penelitian terbaik di Tiongkok, yang menjadikannya pusat pendidikan tinggi. Berbagai inisiatif dan kebijakan mendukung pendidikan, dari anak usia dini hingga tingkat perguruan tinggi, memastikan tingkat literasi yang tinggi dan mendorong keunggulan akademis.
Budaya dan Hiburan: Sejarah Beijing yang kaya dan warisan budaya terwujud dalam bangunan bersejarah, panggung seni, festival, dan olahraganya.
Beberapa tempat terkenal di Beijing antara lain Kota Terlarang kuno, kompleks istana terbesar di dunia, dan Kuil Surga, tempat para kaisar melakukan ritual tahunan untuk mendapatkan panen yang baik. Arsitektur modern diwakili oleh Stadion Nasional Sarang Burung dan Menara CCTV yang ikonik.
Di bidang seni, Beijing terkenal dengan opera tradisional Tiongkoknya, khususnya Opera Peking, dan dunia seni kontemporer yang berkembang pesat, seperti yang ditunjukkan oleh Zona Seni 798. Kota ini menyelenggarakan beberapa pameran seni, festival musik, dan pertunjukan tari sepanjang tahun.
Festival tradisional Beijing, seperti Festival Musim Semi, Festival Pertengahan Musim Gugur, dan Festival Lentera, menawarkan wawasan menarik tentang budaya Tiongkok. Olahraga juga memainkan peran penting, dengan kota ini menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2008 dan Olimpiade Musim Dingin 2022.
Keamanan dan Keselamatan: Beijing dianggap sebagai salah satu kota besar yang paling aman di dunia. Angka kejahatan di sana relatif rendah, dan kejahatan dengan kekerasan jarang terjadi. Kepolisian kota ini bekerja dengan efisien dan tanggap, sehingga memberikan rasa aman bagi penduduk dan wisatawan.
Layanan darurat di Beijing terkoordinasi dengan baik dan efektif. Kota ini memiliki jaringan rumah sakit dan klinik yang kuat untuk keadaan darurat medis, sementara pemadam kebakaran dan tim tanggap darurat dilengkapi untuk menangani berbagai situasi.
Kesiapsiagaan bencana merupakan aspek penting dari infrastruktur keselamatan Beijing. Mengingat kerentanannya terhadap gempa bumi, kota ini telah menerapkan peraturan bangunan yang ketat dan secara teratur menyelenggarakan latihan tanggap gempa.
Pendidikan dan Penelitian: Beijing merupakan pusat keunggulan akademis dan penelitian di Tiongkok. Kota ini merupakan rumah bagi lembaga pendidikan ternama seperti Universitas Peking dan Universitas Tsinghua, yang termasuk dalam jajaran universitas terbaik di dunia.
Beberapa lembaga penelitian terkemuka, termasuk Akademi Ilmu Pengetahuan China, berpusat di Beijing, mendorong inovasi di bidang-bidang seperti teknologi, kedokteran, dan ilmu lingkungan.
Pemerintah menawarkan berbagai beasiswa kepada mahasiswa domestik dan internasional, yang mendorong kegiatan akademis dan memfasilitasi akses ke pendidikan tinggi. Beasiswa Pemerintah Beijing, misalnya, menyediakan dana untuk studi sarjana dan pascasarjana di universitas-universitas di kota tersebut.
Sorotan Sejarah
Beijing, ibu kota Republik Rakyat Tiongkok, adalah kota yang kaya akan sejarah yang membentang lebih dari tiga milenium. Asal-usulnya dapat ditelusuri kembali ke periode Zhou Barat (1046-771 SM), saat kota ini didirikan sebagai Ji, sebuah negara-kota. Perkembangan Beijing dari negara-kota sederhana menjadi kota metropolitan global yang ramai adalah kisah yang memikat, yang ditandai dengan tonggak sejarah yang penting.
Dinasti Yuan-Munculnya Beijing sebagai Ibu Kota: Beijing menjadi terkenal selama Dinasti Yuan (1279-1368), yang didirikan oleh Kubilai Khan, cucu penakluk besar Mongol, Genghis Khan. Kubilai Khan memindahkan ibu kota dari Karakorum (di Mongolia saat ini) ke Beijing, yang saat itu dikenal sebagai Khanbaliq. Selama periode ini, Beijing berubah menjadi kota kosmopolitan, yang menarik para sarjana, pedagang, dan seniman dari seluruh Eurasia.
Dinasti Ming dan Qing – Kecemerlangan Arsitektur: Dinasti Ming (1368-1644) dan Dinasti Qing (1644-1912) meninggalkan warisan arsitektur yang tak terlupakan. Kota Terlarang, kompleks istana kekaisaran yang luas, dibangun selama Dinasti Ming, seperti halnya Kuil Surga, kuil Tao yang ikonik. Istana Musim Panas, kumpulan danau, taman, dan istana yang luas, dan Istana Musim Panas Lama, yang terkenal dengan koleksi taman, air mancur, dan istana bergaya Eropa yang luas, dibangun selama Dinasti Qing. Prestasi arsitektur ini merupakan simbol kekayaan sejarah Beijing.
Abad ke-20 – Kekacauan dan Kelahiran Kembali Politik: Abad ke-20 ditandai oleh pergolakan politik. Jatuhnya Dinasti Qing pada tahun 1912 menyebabkan periode singkat Republik Tiongkok. Hal ini diikuti oleh perang saudara yang panjang dan melelahkan, yang berpuncak pada berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949. Beijing kembali dipilih sebagai ibu kota, dan di bawah kepemimpinan Mao Zedong, kota tersebut mengalami perubahan yang signifikan.
Revolusi Kebudayaan yang terkenal (1966-1976) berdampak besar pada Beijing. Selama periode penuh gejolak ini, artefak dan bangunan budaya tradisional menjadi sasaran, dan banyak peninggalan dan artefak bersejarah di kota tersebut dihancurkan.
Setelah berakhirnya Revolusi Kebudayaan, Beijing dan Tiongkok secara umum memasuki fase baru reformasi ekonomi dan modernisasi di bawah kepemimpinan Deng Xiaoping. Kini, Beijing berdiri sebagai kota metropolitan yang berkembang pesat yang memadukan sejarah dan modernitas, tradisi dan inovasi.
Cerita Unik dan Menarik
Beijing bukan hanya kota yang kaya akan sejarah, tetapi juga harta karun berupa kisah-kisah dan anekdot menarik yang memberikan wawasan unik tentang ragam budayanya.
Legenda Layar Sembilan Naga: Di jantung kota Beijing terdapat peninggalan porselen yang menakjubkan yang dikenal sebagai Layar Sembilan Naga, yang dibangun pada masa Dinasti Qing. Menurut legenda, naga kesepuluh, yang terukir di sisi belakang layar, hidup kembali pada suatu malam dan terbang ke langit. Kaisar memerintahkan untuk membuat replikanya, tetapi naga kesepuluh selalu kabur. Hingga hari ini, layar tersebut hanya menampilkan sembilan naga di bagian depan, sedangkan naga kesepuluh tidak pernah muncul.
Manusia Peking-Sekilas tentang Zaman Prasejarah: Pada awal abad ke-20, para arkeolog menemukan serangkaian fosil hominid di dekat Beijing, yang sekarang dikenal sebagai Manusia Peking. Fosil-fosil tersebut, yang berasal dari sekitar 500.000 tahun yang lalu, memberikan bukti permukiman manusia purba di daerah tersebut dan telah memberikan wawasan penting tentang evolusi manusia.
Makam Ming-Arsitek yang Malang: Makam Ming, yang terletak di pinggiran Beijing, merupakan tempat peristirahatan terakhir dari 13 kaisar Dinasti Ming. Menurut cerita rakyat, arsitek yang merancang tata letak makam tersebut dipenjara oleh kaisar, yang ingin merahasiakan lokasi tersebut. Konon, arsitek tersebut meninggalkan petunjuk tentang tata letak makam tersebut dalam bentuk mural di rumahnya, yang akhirnya mengarah pada penemuan kembali makam tersebut.
Beijing, kota yang kaya akan sejarah dan tradisi, secara bersamaan merangkul dunia modern, menjadikannya perpaduan yang menarik antara yang lama dan yang baru. Sebagai jantung politik, pendidikan, dan budaya Tiongkok, kota ini terus memengaruhi dan membentuk perjalanan bangsa. Ekonomi kota yang sedang berkembang pesat, infrastruktur yang kuat, dan semangat penduduknya berkontribusi pada dinamisme Beijing yang terus berkembang, menjadikannya studi yang menarik dan kota global dengan sendirinya. Baik dilihat melalui lensa signifikansi historisnya atau daya tarik kontemporernya, Beijing tidak diragukan lagi menarik perhatian di panggung dunia. Beijing berada di peringkat ke-8 dalam daftar 10 Kota Terbesar di Dunia.
#9: Mumbai, India (20,9 Juta)
Mumbai, yang sebelumnya dikenal sebagai Bombay, adalah kota yang dinamis, yang merupakan perwujudan jantung India yang berdenyut. Terkenal sebagai ibu kota komersial negara tersebut, Mumbai adalah kota metropolitan yang ramai yang tidak pernah tidur, menawarkan perpaduan budaya, tradisi, dan keajaiban arsitektur yang hidup. Pemandangan kotanya yang dinamis yang dipenuhi gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, bangunan era kolonial, pasar yang ramai, dan daerah kumuh yang luas melambangkan kontras yang mencolok yang mendefinisikan keragaman sosial-ekonomi India. Daya tarik kota ini melampaui kehebatan ekonominya yang mengesankan hingga mencakup sejarah yang kaya, pemandangan budaya yang dinamis, dan industri film Bollywood yang legendaris.
Populasi dan Ukuran: Wilayah perkotaan Mumbai dihuni oleh sekitar 20,9 juta orang, menjadikannya kota terpadat di India. Kota itu sendiri dihuni oleh 12,7 juta orang. Dengan luas wilayah geografis sekitar 233 mil persegi (603 kilometer persegi), kota ini memiliki kepadatan penduduk 54.506 orang per mil persegi (21.061 orang per kilometer persegi) – salah satu yang tertinggi di dunia. Populasi kota ini telah tumbuh pada tingkat sekitar 1,1% per tahun selama dekade terakhir. Pertumbuhan ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor, termasuk migrasi perkotaan yang didorong oleh daya tarik peluang ekonomi, terutama di sektor-sektor seperti keuangan, hiburan, dan teknologi informasi.
Geografi: Mumbai terletak di pesisir barat Maharashtra, sebuah negara bagian di bagian barat India. Kota ini terletak di pesisir Konkan, dengan koordinat sekitar 19.0760° Lintang Utara dan 72.8777° Bujur Timur. Kota ini membentang sepanjang 17 mil (48 kilometer) dari utara ke selatan dan 9 mil (22 kilometer) dari timur ke barat pada titik terlebarnya.
Topografi kota ini sebagian besar datar, dengan perbukitan bergelombang yang tersebar di seluruh wilayah. Ketinggian rata-rata Mumbai adalah 46 kaki (14 meter) di atas permukaan laut, dengan titik tertinggi adalah Bandar Udara Juhu sekitar 72 kaki (22 meter), dan titik terendah di permukaan laut di sepanjang wilayah pesisir. Mumbai dicirikan oleh pelabuhan alam yang dalam, yang menjadikannya kota pelabuhan penting.
Ciri-ciri alam kota ini meliputi Sungai Ulhas di timur laut, yang merupakan bagian dari batas wilayahnya, dan Sungai Thane, yang memisahkan Mumbai dari daratan utama. Sungai ini diselingi dengan beberapa danau, yang paling terkenal adalah Danau Vihar, yang memasok sebagian air minum kota ini.
Iklim: Mumbai beriklim tropis, lebih tepatnya, beriklim muson tropis. Kota ini mengalami tingkat kelembapan yang tinggi karena lokasinya di pesisir. Suhu berkisar antara 68 °F ( 20°C) di musim dingin (Desember hingga Februari) hingga sekitar 86 °F (30 °C) di musim panas (Maret hingga Mei). Kota ini menerima curah hujan yang cukup tinggi selama musim muson, yang berlangsung dari Juni hingga September, yang mencakup 80% dari curah hujan tahunannya.
Meskipun musim hujan lebat, kota ini menikmati musim dingin yang pendek dan sejuk serta musim panas yang panjang dan panas. Bulan-bulan musim dingin, terutama antara November dan Februari, adalah waktu terbaik untuk berkunjung, karena iklimnya sejuk dan kering.
Demografi: Populasi Mumbai merupakan campuran etnis, bahasa, dan agama yang beragam, yang mencerminkan sejarah migrasi kota yang kaya dan etosnya yang ramah. Mayoritas populasi kota adalah orang Maharashtrian, yang berkontribusi terhadap meluasnya penggunaan bahasa Marathi. Namun, kota ini juga merupakan rumah bagi komunitas besar Gujarati, India Utara, India Selatan, Parsi, dan Yahudi, yang menjadikannya kota multikultural dan multibahasa.
Bahasa Hindi dan Inggris digunakan secara luas di Mumbai, selain bahasa Marathi. Agama yang dianut di kota ini sebagian besar beragama Hindu, diikuti oleh komunitas Muslim, Buddha, Kristen, dan Jain yang cukup besar. Kota ini juga merupakan rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di India.
Distribusi usia di Mumbai condong ke kelompok usia kerja 15 hingga 59 tahun, yang merupakan sekitar 70% dari populasi. Hal ini mencerminkan daya tarik kota ini bagi para pencari kerja muda dari seluruh negeri.
Infrastruktur: Infrastruktur Mumbai merupakan campuran bangunan era kolonial, gedung pencakar langit modern, dan permukiman informal. Jaringan transportasinya padat dan sangat beragam, dengan jaringan kereta api pinggiran kota yang luas – jalur kehidupan kota, layanan feri, sistem bus cepat (bus BEST), dan becak otomatis. Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj menghubungkan kota dengan tujuan global.
Utilitas mencakup jaringan fasilitas pengolahan air dan limbah yang luas. Listrik di Mumbai dipasok oleh Brihanmumbai Electric Supply and Transport (BEST) dan Reliance Energy.
Infrastruktur komunikasi di Mumbai modern dan luas. Kota ini memiliki konektivitas internet berkecepatan tinggi dan jaringan komunikasi seluler yang sangat baik. Kota ini juga merupakan kantor pusat sejumlah surat kabar nasional, televisi, dan perusahaan penyiaran radio.
Infrastruktur layanan kesehatan di Mumbai mencakup entitas publik dan swasta, yang menawarkan layanan medis tingkat lanjut. Rumah sakit besar meliputi Apollo Hospitals, Bombay Hospital, dan All India Institute of Medical Sciences (AIIMS). Namun, akses ke layanan kesehatan masih menjadi masalah penting bagi banyak penduduk, terutama mereka yang tinggal di daerah kumuh.
Ekonomi: Mumbai, ibu kota keuangan India, adalah kota yang memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi negara. Kota ini menjadi tempat kedudukan lembaga keuangan utama negara, termasuk Bank Sentral India, Bursa Efek Bombay, dan Bursa Efek Nasional India. Produk domestik bruto (PDB) kota ini sekitar $368 miliar, yang mencakup sekitar 6% dari total PDB India pada tahun 2023.
Perekonomian Mumbai terutama didorong oleh sektor-sektor seperti keuangan, teknologi informasi (TI), tekstil, dan hiburan. Kota ini merupakan rumah bagi banyak perusahaan multinasional dan memiliki ekosistem startup yang berkembang pesat, sehingga mendapat julukan ‘Silicon Valley-nya India.’
Kota ini memiliki tingkat pengangguran yang rendah, dengan kesempatan kerja yang tersebar di berbagai sektor. Industri tekstil Mumbai, yang dulunya merupakan tulang punggung ekonominya, telah berubah menjadi pusat desain tekstil dan mode kelas atas. Kota ini juga memiliki ekonomi informal yang kuat, dengan ribuan orang bekerja di pedagang kaki lima, pekerjaan rumah tangga, dan manufaktur skala kecil.
Pariwisata adalah pilar utama ekonomi Mumbai. Warisan sejarah kota yang kaya, beragam kuliner, dan Bollywood, industri film terbesar di dunia berdasarkan jumlah produksi, menarik jutaan wisatawan setiap tahun, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatannya.
Tata Kelola: Mumbai dikelola oleh Brihanmumbai Municipal Corporation (BMC), organisasi sipil terbesar di India, yang menangani populasi lebih dari 20 juta jiwa. BMC bertanggung jawab atas infrastruktur dan administrasi sipil, kesehatan publik, dan layanan kota penting lainnya. BMC mengelola pasokan air, pengelolaan limbah, pendidikan publik, dan pengelolaan ruang publik kota.
Pendidikan di Mumbai dikelola oleh departemen pendidikan BMC, yang mengelola banyak sekolah di seluruh kota. Meskipun sistem sekolah negeri di kota ini sangat luas, sekolah swasta tetap menjadi pilihan populer karena dianggap memiliki kualitas yang lebih tinggi.
Ruang publik di Mumbai, seperti taman, pantai, dan ruang terbuka, dikelola oleh berbagai otoritas kota. Ini termasuk tempat-tempat ikonik seperti Marine Drive, Pantai Chowpatty, dan Taman Nasional Sanjay Gandhi.
Budaya dan Hiburan: Mumbai adalah pusat budaya yang ramai, yang memiliki banyak bangunan bersejarah, tempat pertunjukan seni, dan fasilitas olahraga. Bangunan bersejarah yang ikonik termasuk Gateway of India, Haji Ali Dargah, Elephanta Caves, dan Chhatrapati Shivaji Terminus, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO.
Dunia seni yang berkembang pesat di kota ini ditonjolkan oleh lembaga-lembaga seperti National Centre for Performing Arts, Prithvi Theatre, dan Jehangir Art Gallery. Industri film Mumbai, Bollywood, membentuk sebagian besar etos budaya kota ini, dengan menyelenggarakan beberapa festival film dan acara.
Festival merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya Mumbai. Kota ini merayakan beragam festival dengan penuh semangat, mulai dari Ganesh Chaturthi dan Diwali hingga Natal dan Idul Fitri.
Olahraga banyak diminati di Mumbai, dengan kriket sebagai olahraga yang paling populer. Kota ini merupakan rumah bagi Mumbai Indians, tim yang sukses di Liga Premier India, dan menjadi tempat penyelenggaraan kriket ikonik seperti Stadion Wankhede.
Keamanan dan Keselamatan: Tingkat kejahatan di Mumbai relatif tinggi dibandingkan dengan kota-kota lain di India, yang mencerminkan jumlah penduduknya yang besar dan kesenjangan sosial-ekonomi. Namun, sebagian besar kejahatan terkait dengan properti, sedangkan tingkat kejahatan dengan kekerasan relatif rendah.
Layanan darurat di Mumbai terorganisasi dengan baik, dengan nomor terpusat, 112, yang terhubung dengan layanan polisi, pemadam kebakaran, dan ambulans. Kepolisian Mumbai adalah lembaga penegak hukum utama, yang didukung oleh unit-unit khusus untuk manajemen lalu lintas, investigasi kejahatan, dan antiterorisme.
Kesiapsiagaan bencana Mumbai diawasi oleh Unit Manajemen Bencana BMC, dengan rencana dan infrastruktur yang telah disiapkan untuk menanggulangi bencana alam seperti musim hujan dan gempa bumi, yang sering terjadi di kota ini.
Pendidikan dan Penelitian: Mumbai adalah rumah bagi beberapa lembaga pendidikan ternama. Universitas-universitas ternama termasuk Universitas Mumbai, Institut Teknologi India Bombay, dan Institut Ilmu Sosial Tata. Kota ini juga memiliki sekolah-sekolah bergengsi seperti Sekolah Campion dan Sekolah Internasional Dhirubhai Ambani.
Mumbai merupakan pusat penelitian ilmiah, dengan lembaga-lembaga terkenal seperti Bhabha Atomic Research Centre dan Tata Institute of Fundamental Research. Lembaga-lembaga ini memimpin penelitian perintis dalam ilmu nuklir, astrofisika, dan disiplin ilmu lainnya.
Beberapa beasiswa tersedia bagi mahasiswa di Mumbai, yang disediakan oleh pemerintah dan lembaga swasta. Beasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan pendidikan di kalangan kelompok yang kurang mampu secara ekonomi dan untuk mendukung penelitian dan inovasi.
Sorotan Sejarah
Dari asal-usulnya sebagai pemukiman nelayan hingga menjadi pelabuhan strategis, dan akhirnya muncul sebagai kota metropolitan global, sejarah Mumbai adalah kisah transformasi yang menarik. Perjalanan dimulai dengan kerajaan kuno Ashoka, yang di bawah pemerintahannya pulau-pulau yang sekarang membentuk Mumbai merupakan bagian dari kekaisarannya yang luas.
Berbagai Kerajaan: Kota ini berada di bawah kekuasaan berbagai kerajaan setelah Ashoka, termasuk Satavahanas, Abhiras, Vakatakas, Kalachuris, Konkan Mauryas, Chalukyas, dan Rashtrakutas, sebelum akhirnya dianeksasi oleh Kesultanan Gujarat pada abad ke-14.
Kendali Portugis: Portugis menguasai Mumbai pada abad ke-16 dan menamakannya ‘Bombaim’, yang berarti ‘teluk kecil yang indah’. Kepulauan ini tetap berada di bawah kendali Portugis selama lebih dari satu abad hingga diberikan kepada Inggris sebagai bagian dari mas kawin pernikahan Catherine dari Braganza dengan Charles II dari Inggris pada tahun 1661.
Tujuh Pulau: Perusahaan Hindia Timur Inggris menyewa pulau-pulau tersebut dari Kerajaan pada tahun 1668 dan mulai mengembangkannya. Pembangunan Hornby Vellard, sebuah proyek rekayasa besar yang menghubungkan beberapa pulau, membuka jalan bagi pertumbuhan perkotaan Mumbai. Pada abad ke-19, proyek reklamasi menggabungkan tujuh pulau menjadi satu daratan yang membentuk kota yang kita kenal sekarang.
Bangunan bersejarah: Selama masa pemerintahan Inggris, Mumbai berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan perniagaan. Bangunan bersejarah seperti Gateway of India, Chhatrapati Shivaji Terminus, dan University of Mumbai dibangun selama masa ini.
Kemerdekaan: Setelah kemerdekaan India pada tahun 1947, Mumbai berubah menjadi kota metropolitan kosmopolitan yang berkembang pesat, tumbuh menjadi ibu kota keuangan dan hiburan India.
Cerita Unik dan Menarik
Mumbai, kota yang kaya akan sejarah, tidak kekurangan kisah-kisah yang unik dan menarik.
Gateway of India: Salah satu kisah tersebut adalah terciptanya Gateway of India yang ikonik. Dibangun untuk memperingati kunjungan Raja George V dan Ratu Mary pada tahun 1911, Gateway tersebut ironisnya menjadi saksi bisu kepergian pasukan Inggris terakhir dari India pada tahun 1948, yang menandai berakhirnya kekuasaan Inggris.
Hunian Pribadi: Kisah menarik lainnya melibatkan Antilia, hunian pencakar langit milik industrialis Mukesh Ambani, yang kabarnya merupakan hunian pribadi termahal di dunia, dengan nilai lebih dari $1 miliar. Bangunan setinggi 27 lantai ini menawarkan berbagai fitur mewah, termasuk garasi bertingkat, tiga helipad, dan taman terapung.
Sinema India: Mumbai juga merupakan tempat lahirnya sinema India. Industri film kota ini, yang dikenal dengan sebutan Bollywood, memiliki sejarah yang menarik. Dadasaheb Phalke, bapak sinema India, membuat film fitur berdurasi penuh pertama di negara itu, Raja Harishchandra, pada tahun 1913. Saat ini, Bollywood memproduksi lebih dari seribu film setiap tahunnya, dengan pengaruhnya yang menjangkau penonton global.
Pengantar Kotak Makan Siang: Kita tidak akan bisa berbicara tentang Mumbai tanpa menyebut dabbawala, jaringan pengantar kotak makan siang yang mengesankan. Setiap hari, mereka mengantarkan makanan rumahan ke puluhan ribu pekerja kantoran di seluruh kota dengan ketepatan yang hampir sempurna. Sistem pengodean dan efisiensi logistik mereka yang unik telah membuat mereka memperoleh peringkat Six Sigma, yang menarik perhatian sekolah bisnis dan peneliti di seluruh dunia.
Kesulitan: Terakhir, ketahanan Mumbai terbukti dari pemulihannya dari berbagai kesulitan, seperti pengeboman dahsyat tahun 1993, serangan teroris tahun 2008, dan banjir musiman tahunan. Semangat pantang menyerah kota ini dirangkum dalam frasa populernya ‘Mumbai tidak pernah berhenti.’
Mumbai, Kota Impian, adalah kota metropolitan yang penuh dengan kontras, tempat tradisi lama hidup berdampingan dengan aspirasi modern. Populasinya yang padat, topografi yang beragam, iklim pesisir, dan kekayaan budaya semuanya berkontribusi pada karakternya yang unik. Infrastruktur Mumbai mencerminkan statusnya sebagai kota global, bahkan saat kota ini bergulat dengan tantangan urbanisasi yang cepat.
Semangat kota ini, yang diwujudkan dalam penduduknya yang tangguh, tetap tidak terpengaruh oleh tantangan ini. Mumbai terus memikat dan menarik orang-orang dari semua lapisan masyarakat, menjadikannya kota kosmopolitan sejati yang melambangkan energi dan keragaman India yang berdenyut. Mumbai berada di peringkat #9 dalam daftar 10 Kota Terbesar di Dunia.