Peta Bumi Datar telah lama menjadi bagian dari sejarah dan mitos, dengan beberapa budaya kuno mempercayai Bumi yang datar dan diam, bukan model Bumi yang bulat seperti yang didukung oleh sains modern. Peta-peta ini dulunya digunakan untuk menjelajahi dunia, meskipun penggambaran fitur geografisnya tidak akurat. Seiring berjalannya waktu, seiring dengan menyebarnya pengetahuan tentang bentuk Bumi yang sebenarnya, peta-peta ini menjadi keingintahuan sistem kepercayaan kuno. Berikut adalah daftar 9 peta Bumi datar teratas, diurutkan berdasarkan ukuran, dengan melihat sejarah, desain, dan signifikansi budayanya.
1: Peta Bumi Datar Azimuthal Ekuidistan, 8.000.000 Mil Persegi
Peta Azimuthal Equidistant adalah salah satu peta Bumi datar yang paling terkenal, yang sering digunakan oleh para pendukung Bumi datar saat ini. Berukuran sekitar 8.000.000 mil persegi, peta ini menggambarkan Bumi sebagai cakram datar, dengan Kutub Utara di pusatnya dan Antartika membentuk tepi luarnya. Desain peta ini memungkinkan pengukuran jarak dan arah yang akurat dari titik pusat, sehingga menarik untuk navigasi dalam model Bumi datar. Meskipun peta ini tidak memiliki dasar ilmiah, peta ini digunakan dalam komunitas Bumi datar modern untuk menantang model bola dunia. Satu fakta menarik adalah bahwa peta ini telah digunakan dalam berbagai konteks, termasuk aplikasi militer dan penerbangan, sebagai metode untuk menghitung rute berdasarkan model Bumi datar. Sebuah cerita anekdot yang muncul di antara para penganut Bumi datar adalah bagaimana peta tersebut dipromosikan sebagai bukti bahwa Bumi memang datar, meskipun ada bukti yang bertentangan selama berabad-abad.
2: Peta Bumi Datar Ptolemaik, 2.000.000 Mil Persegi
Peta Ptolemeus, yang dibuat oleh astronom Yunani kuno Claudius Ptolemeus pada abad ke-2, adalah salah satu contoh peta Bumi datar paling awal yang diketahui. Meskipun peta Ptolemeus awalnya didasarkan pada kepercayaan bahwa Bumi itu datar dan merupakan pusat alam semesta, peta itu kemudian dimodifikasi agar sesuai dengan pandangan geosentris tentang kosmos. Berukuran sekitar 2.000.000 mil persegi, peta itu menggambarkan dunia yang dikenal sebagai cakram datar yang dikelilingi oleh air, dengan Mediterania sebagai pusatnya. Seiring berjalannya waktu, ketika model heliosentris mulai diterima, peta ini tidak lagi disukai. Namun, peta Ptolemeus penting karena dampak historisnya, yang memengaruhi kartografi Islam dan Eropa. Peta itu banyak digunakan selama Abad Pertengahan, bahkan ketika bola dunia yang lebih akurat mulai muncul. Cerita-cerita anekdot tentang peta ini berfokus pada bagaimana peta itu membentuk eksplorasi abad pertengahan, karena peta itu merupakan salah satu peta yang paling banyak dirujuk pada masanya.
3: Peta Dunia Babilonia, 1.500.000 Mil Persegi
Peta Dunia Babilonia, yang berasal dari sekitar tahun 600 SM, adalah salah satu peta Bumi datar tertua yang masih ada. Berukuran sekitar 1.500.000 mil persegi, peta ini menampilkan penggambaran Bumi yang melingkar dengan Babilonia di bagian tengahnya. Peta ini digambar di atas lempengan tanah liat dan menyertakan simbol-simbol yang mewakili sungai, gunung, dan kota, yang memberi kita gambaran sekilas tentang bagaimana orang Mesopotamia kuno memandang dunia mereka. Satu fakta menarik adalah bahwa peta Babilonia tidak murni bersifat geografis tetapi juga simbolis, yang mewakili dunia yang dikenal dan konsep ketuhanan. Tepi peta dikelilingi oleh lautan yang kacau dan tidak dikenal, yang menandakan batas-batas wilayah yang dikenal. Peta ini sering dianggap sebagai cikal bakal peta Bumi datar di kemudian hari, dengan representasi Bumi yang melingkar memengaruhi budaya lain. Anekdot seputar peta ini sering menyoroti signifikansinya dalam mitologi awal, di mana Bumi dipandang sebagai wilayah yang datar dan tertutup.
4: Proyeksi Mercator (Adaptasi Bumi Datar), 500.000 Mil Persegi
Proyeksi Mercator adalah salah satu peta yang paling banyak digunakan di dunia saat ini, dirancang oleh Gerardus Mercator pada tahun 1569 untuk navigasi. Namun, beberapa pendukung Bumi datar telah mengadaptasi proyeksi Mercator agar sesuai dengan model mereka. Dalam adaptasi Bumi datar ini, peta tersebut mempertahankan kisi persegi panjang yang menjadi ciri khasnya, dengan Kutub Utara di tengah dan benua selatan terbentang ke arah tepi. Sementara proyeksi Mercator tidak pernah dimaksudkan untuk mewakili Bumi yang datar, formatnya yang datar telah menjadikannya alat yang berguna bagi mereka yang menganut teori Bumi datar. Berukuran sekitar 500.000 mil persegi, peta Mercator yang diadaptasi sering digunakan dalam perdebatan tentang ukuran dan bentuk Bumi. Adaptasi peta ini oleh para ahli teori Bumi datar menarik karena menunjukkan bagaimana alat yang ada dapat ditafsirkan ulang untuk mendukung pandangan dunia tertentu, bahkan jika maksud awalnya sama sekali berbeda.
5: Peta Bumi Datar Islam, 400.000 Mil Persegi
Dunia Islam, khususnya selama Zaman Keemasan Islam, mengembangkan peta Bumi datarnya sendiri. Peta-peta ini, berukuran sekitar 400.000 mil persegi, sering menggambarkan dunia sebagai cakram datar dengan Mekkah di pusatnya, yang mencerminkan pentingnya kota itu dalam budaya Islam. Kartografi Islam sangat maju, menggabungkan geografi dan astronomi, tetapi banyak peta Islam awal menganut model Bumi datar. Salah satu peta terkenal adalah Tabula Rogeriana , yang dibuat oleh ahli geografi Persia al-Idrisi pada abad ke-12, yang menggambarkan Bumi sebagai cakram datar. Signifikansi historis dari peta-peta ini terletak pada pengaruhnya terhadap penjelajah dan kartografer Eropa kemudian, yang, meskipun mengadopsi model Bumi bulat, sangat dipengaruhi oleh pengetahuan Islam. Cerita-cerita anekdot sering menekankan bagaimana peta-peta ini digunakan di dunia Islam untuk navigasi dan tujuan keagamaan, khususnya selama ziarah ke Mekkah.
6: Peta Bumi Datar Abad ke-16, 300.000 Mil Persegi
Pada abad ke-16, peta Bumi datar umumnya digunakan oleh penjelajah dan sarjana, dengan banyak peta periode ini menunjukkan Bumi yang datar dan berbentuk cakram. Peta-peta ini, biasanya berukuran sekitar 300.000 mil persegi, sering menampilkan Bumi dengan Kutub Utara di tengahnya dan tanah-tanah yang jauh ditempatkan di sekelilingnya. Gaya peta ini populer sebelum penerimaan luas model heliosentris. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah Peta Dunia Ptolemeus , yang digunakan secara luas sepanjang Renaisans. Peta-peta ini sering digunakan untuk menjelajahi tanah dan rute baru, dan banyak peta pada masa itu termasuk penggambaran rinci wilayah yang baru ditemukan. Sejarah peta-peta ini terkait erat dengan pergeseran pemikiran Eropa dari pandangan geosentris ke pandangan heliosentris tentang alam semesta. Cerita-cerita anekdot tentang peta-peta ini termasuk bagaimana mereka memengaruhi penjelajah seperti Christopher Columbus, yang berangkat untuk menemukan rute baru ke Asia berdasarkan kepercayaan Bumi datar yang sudah ketinggalan zaman.
7: Peta Flat Earth Society, 200.000 Mil Persegi
Peta Flat Earth Society, yang dibuat oleh Flat Earth Society masa kini, membentang sekitar 200.000 mil persegi dan mewakili model Bumi datar kontemporer. Peta ini menempatkan Kutub Utara di pusat cakram datar dan melingkar, dengan Antartika bertindak sebagai dinding es yang mengelilingi seluruh Bumi. Peta ini telah menjadi simbol bagi para pendukung Bumi datar, yang menggunakannya untuk menentang konsensus ilmiah bahwa Bumi berbentuk bola. Satu fakta menarik tentang peta ini adalah bahwa peta ini sering digunakan dalam perdebatan tentang bentuk Bumi, meskipun telah sepenuhnya dibantah oleh bukti ilmiah. Meskipun kurangnya validitas ilmiah, peta ini terus dipromosikan oleh mereka yang percaya pada teori Bumi datar. Cerita-cerita anekdot tentang peta ini sering kali berfokus pada diskusi dan argumen penuh semangat yang ditimbulkannya di antara para penganut dan skeptis.
8: Peta Dunia Tartar, 150.000 Mil Persegi
Peta Dunia Tartar adalah peta kuno yang mencerminkan kepercayaan masyarakat Tatar bahwa Bumi itu datar. Membentang sekitar 150.000 mil persegi, peta ini menampilkan representasi dunia berbentuk lingkaran dengan berbagai wilayah dan teritori yang ditandai dengan simbol-simbol bergaya. Peta ini digunakan oleh masyarakat Tatar sebagai panduan menuju dunia yang mereka kenal, dan peta ini merupakan karya kartografi paling awal dari masyarakat tersebut. Fakta menarik tentang peta Tartar adalah penekanannya pada elemen-elemen geografi yang bersifat mistis dan simbolis, yang mencerminkan kepercayaan dan budaya pada masa itu. Peta ini memiliki makna budaya yang mendalam bagi masyarakat Tatar, dan terus menjadi sumber daya yang menarik bagi para sejarawan yang mempelajari peta-peta kuno dan hubungannya dengan pandangan dunia peradaban awal.
9: Peta Bumi Datar Mesir, 100.000 Mil Persegi
Bangsa Mesir Kuno juga percaya pada Bumi yang datar, dan peta mereka sering menggambarkan dunia sebagai cakram datar, dengan Sungai Nil sebagai fitur utamanya. Dengan luas sekitar 100.000 mil persegi, peta Mesir mencerminkan pemahaman mereka tentang dunia, dengan fokus pada wilayah di sekitar Mesir dan Mediterania. Salah satu fitur penting dari peta ini adalah penekanan pada Sungai Nil sebagai urat nadi Mesir. Peta-peta ini bukan hanya representasi geografis tetapi sering digunakan untuk tujuan keagamaan dan simbolis. Sungai Nil memainkan peran utama dalam mitologi Mesir, dan desain peta mencerminkan hal ini. Sebuah cerita anekdot tentang peta-peta ini adalah bagaimana peta-peta ini digunakan untuk merencanakan ekspedisi, termasuk rute perdagangan ke negeri-negeri yang jauh.