Mata air panas merupakan salah satu ciptaan alam yang paling memesona, tempat kekuatan panas bumi membawa air panas dari bawah kerak bumi ke permukaan. Kolam-kolam ini sering kali dikelilingi oleh pemandangan yang menakjubkan, endapan mineral berwarna-warni, dan geyser yang mengepul, yang menawarkan sekilas kekuatan mentah planet ini. Dari tundra yang dingin hingga surga tropis, mata air panas terbesar di dunia memikat para petualang dan ilmuwan. Berikut adalah daftar tujuh mata air panas terbesar, yang diurutkan berdasarkan ukuran dan penuh dengan kisah sejarah, misteri, dan keindahan alam.
1: Frying Pan Lake, Selandia Baru – 38 hektar
Danau Frying Pan, yang terletak di Lembah Rift Vulkanik Waimangu, merupakan sumber air panas terbesar di dunia. Dengan luas 38 hektar, danau ini terbentuk pada tahun 1886 setelah letusan Gunung Tarawera, yang mengubah lanskap dan menciptakan keajaiban panas bumi yang mengepul ini.
Suhu air danau ini secara konsisten berkisar 113°F, dengan uap yang terlihat mengepul dari permukaannya. Airnya yang asam, yang dipenuhi mikroorganisme langka, memberikan pemandangan yang surealis namun berbeda dari dunia ini. Secara historis, letusan yang melahirkan danau ini menghancurkan masyarakat sekitar, namun kini danau ini berfungsi sebagai pusat ekowisata dan penelitian ilmiah.
2: Danau Mendidih, Dominika – 2,5 Hektar
Terletak di Taman Nasional Morne Trois Pitons di Dominica, Danau Mendidih merupakan salah satu fitur geotermal paling ikonik di Karibia. Airnya yang berwarna biru keabu-abuan terus bergolak dan bergelembung, dengan suhu di tepinya mencapai 197°F.
Danau ini dapat ditempuh dalam waktu dua jam perjalanan dari desa terdekat, menawarkan pemandangan yang menakjubkan dan kolam yang diselimuti kabut. Legenda tentang roh-roh yang mendiami danau menambah kesan mistisnya, menjadikannya sebagai harta karun budaya sekaligus alam.
3: Grand Prismatic Spring, AS – 2 hektar
Grand Prismatic Spring, yang terletak di Taman Nasional Yellowstone, merupakan mahakarya geologi. Berukuran sekitar 370 kaki diameternya, mata air ini terkenal karena warna-warnanya yang cemerlang yang terpancar dari bagian tengahnya, yang disebabkan oleh bakteri termofilik yang tumbuh subur di berbagai zona suhu.
Ditemukan pada awal tahun 1800-an, Grand Prismatic adalah situs yang paling banyak difoto di taman ini. Warna pelangi, dipadukan dengan uap yang mengepul, menciptakan tontonan yang menakjubkan dan surealis yang terus mengundang decak kagum.
4: Blue Lagoon, Islandia – 1,5 hektar
Meskipun buatan manusia, Blue Lagoon di Islandia memiliki tempat khusus di antara keajaiban geotermal. Dipenuhi dengan air laut yang dipanaskan secara alami dan kaya akan silika dan mineral, laguna ini membentang seluas 1,5 hektar dan menawarkan manfaat terapeutik bagi ribuan pengunjung setiap tahunnya.
Terletak di tengah bebatuan vulkanik hitam, airnya yang berwarna biru susu menciptakan kontras yang mencolok dengan lanskap Islandia yang kasar. Blue Lagoon telah menjadi lambang kehebatan dan inovasi geotermal Islandia.
5: Mammoth Hot Springs, AS – 37 hektar
Mammoth Hot Springs di Taman Nasional Yellowstone terkenal dengan formasi travertine bertingkatnya. Membentang seluas 37 hektar, mata air ini merupakan tampilan warna putih, jingga, dan kuning yang terus berkembang yang terbentuk dari air kaya mineral yang mengalir menuruni lapisan batu kapur.
Daerah ini dianggap sakral bagi suku asli Amerika dan merupakan salah satu tempat pertama yang dipetakan oleh penjelajah taman pada masa awal. Kini, pengunjung dapat mengagumi keindahannya dari trotoar, menyaksikan sisi artistik alam.
6: Deildartunguhver, Islandia – Laju Aliran Tinggi
Deildartunguhver adalah mata air panas terkuat di Eropa, yang menghasilkan 1.800 galon air mendidih per detik. Terletak di Islandia, mata air ini terkenal dengan suhu tingginya, yaitu 212°F di sumbernya, yang menjadikannya sumber daya yang berharga untuk energi panas bumi.
Mata air ini memasok air panas ke kota-kota terdekat dan dikelilingi oleh bebatuan berlumut dan uap yang mengepul, menawarkan perpaduan keindahan industri dan alam kepada pengunjung.
7: Pamukkale, Turki – 0,04 Mil Persegi
Pamukkale, yang berarti “Istana Kapas,” adalah Situs Warisan Dunia UNESCO di Turki yang terkenal dengan teras travertine putihnya. Air kaya mineral yang mengalir menuruni teras telah menjadi tujuan spa sejak zaman Romawi kuno.
Pengunjung dapat berjalan di sepanjang teras dan berendam di kolam dangkal, merasakan kehangatan mata air bersejarah ini sambil menikmati pemandangan lembah di sekitarnya.