Menurut Institut Kesehatan Mental Nasional dan Asosiasi Psikiater Amerika, lebih dari 10 juta orang dewasa di Amerika Serikat hidup dengan fobia atau gangguan mental serupa.
Fobia yang paling umum tidak selalu merupakan fobia sederhana dengan solusi mudah; fobia ini dapat berasal dari masalah yang kompleks dan terus-menerus menghambat kehidupan seseorang.
Baca terus untuk mempelajari bagaimana ilmu perilaku mengkategorikan kondisi kesehatan mental dan fisik ini, bagaimana fobia biasanya muncul dan bagaimana mereka dapat membangkitkan respons kesehatan mental yang jauh melampaui kekhawatiran normal dan ketakutan biasa yang dihadapi orang dalam kehidupan sehari-hari.
Daftar berikut ini membahas sejumlah fobia paling umum yang dapat membuat Anda merinding dan kulit Anda merinding.
1. Aerophobia: Takut Terbang
Fobia spesifik ini melibatkan rasa takut yang mendalam saat terbang di dalam pesawat terbang . Penderitanya sering mengalami serangan kecemasan selama perjalanan udara, atau mereka akan menghindari terbang sama sekali.
2. Typanophobia: Takut pada jarum suntik
Orang yang menderita trypanophobia akan mengalami ketakutan yang tidak masuk akal terhadap jarum suntik atau suntikan, seperti vaksin atau anestesi. Fobia ini dapat berfokus pada jarum suntik sebagai objek yang ditakuti, atau pasien mungkin mengalami perasaan takut yang ekstrem terhadap suntikan zat asing ke dalam tubuh.
Fobia ini bisa sangat berbahaya karena banyak penderita fobia spesifik ini akan menghindari perawatan medis yang dapat meningkatkan kesehatan mereka atau berpotensi menyelamatkan nyawa mereka.
3. Akrofobia: Takut Ketinggian
Seseorang yang menderita akrofobia akan mengalami ketakutan yang sangat kuat terhadap ketinggian. Bentuk umum ini mirip dengan gangguan kejiwaan lain yang kemungkinan besar muncul dari mentalitas perlindungan evolusioner yang tidak dapat diandalkan. Bahkan tangga dan ketinggian yang pendek dapat memicu gejala vertigo , detak jantung cepat, dan sesak napas.
4. Arachnophobia: Takut pada laba-laba
Ketakutan yang terus-menerus terhadap laba-laba sepenuhnya dapat dimengerti bagi setiap orang yang berakal sehat yang pernah melihat salah satu makhluk mimpi buruk yang menyeramkan, berkaki delapan, dan bermata banyak ini memanjat mendekati wajah mereka.
Namun, selain rasa takut , fobia ini kemungkinan berasal dari sifat evolusi yang membantu manusia mengidentifikasi dan menghindari hewan berbahaya. Banyak laba-laba yang berbisa, jadi rasa takut terhadap laba-laba masuk akal sebagai respons kesehatan mental untuk melindungi diri.
5. Ophidiophobia: Takut pada Ular
Ophidiophobia adalah ketakutan yang berlebihan terhadap ular. Seperti fobia terhadap hewan lainnya, ketakutan ini kemungkinan besar berasal dari trauma pribadi atau gambaran budaya umum bahwa ular memiliki niat jahat.
Misalnya, ular jahat muncul dalam beberapa cerita tertua di Alkitab Kristen, serta dalam agama dan mitologi besar lainnya.
6. Klaustrofobia: Takut pada Ruang Tertutup
Kepanikan umum ini terjadi saat seseorang merasa terjebak atau terkurung dalam ruang sempit. Perasaan bahaya yang luar biasa menyebabkan kepanikan, peningkatan denyut jantung, dan sesak napas—semua gejala umum yang dapat diobati dengan obat anti-kecemasan.
7. Misofobia: Takut pada Kuman
Misofobia adalah ketakutan khusus yang mengakibatkan keasyikan berlebihan terhadap pembersihan dan sterilisasi.
Penghindaran terhadap kotoran dan kuman ini menjadi tantangan karena “bahaya” tersebut bersifat mikroskopis atau sangat sulit diidentifikasi — yang sering kali menyebabkan serangan kecemasan dan gangguan mental karena orang tanpa fobia mengalami kesulitan memahami atau berhubungan dengan penderita.
8. Agoraphobia: Takut Terjebak
Tidak seperti banyak fobia sederhana lainnya dalam daftar ini, agorafobia bukanlah ketakutan khusus terhadap objek atau situasi tertentu. Ketakutan berspektrum luas ini berkisar pada konsep terjebak dalam suatu situasi tanpa peluang untuk melarikan diri.
Bayangkan mimpi buruk yang berulang saat terjebak di panggung hanya dengan pakaian dalam, dan Anda bisa merasakan sedikit apa yang mungkin dialami orang yang menderita fobia ini sehari-hari.
Perilaku menghindar merupakan hal yang umum, dengan banyak pasien agorafobia menjadi penyendiri untuk menghindari risiko memicu insiden di depan umum.