Gunung berapi merupakan salah satu fitur alam paling dramatis di Bumi, yang memperlihatkan kekuatan mentah dan proses geologis yang luar biasa di planet ini. Bentang alam yang sangat besar ini, yang dibentuk oleh letusan, aliran lava, dan aktivitas tektonik selama ribuan tahun, mendominasi lanskap dan menarik perhatian para ilmuwan dan penjelajah. Gunung berapi terbesar di dunia tidak hanya menakjubkan dalam hal ukuran, tetapi juga kaya akan sejarah, misteri, dan makna budaya. Dari puncak yang menjulang tinggi hingga gunung berapi perisai yang luas, raksasa alam ini terus membangkitkan rasa kagum dan keingintahuan. Berikut adalah daftar 8 gunung berapi terbesar di dunia, yang membahas ukurannya yang sangat besar, kisah-kisah yang menarik, dan dampaknya terhadap pemahaman kita tentang planet ini.
1. Mauna Loa (13.681 kaki di atas permukaan laut, 33.500 kaki dari dasar)
Mauna Loa, yang terletak di Pulau Besar Hawaii, adalah gunung berapi terbesar di Bumi berdasarkan volume, menjulang setinggi 33.500 kaki dari dasarnya di dasar laut. Gunung berapi perisai besar ini meliputi sekitar 5.271 mil persegi, sekitar setengah dari luas daratan Pulau Besar. Lerengnya yang landai merupakan ciri khas gunung berapi perisai, yang terbentuk oleh lava yang sangat cair yang menyebar ke jarak yang jauh. Nama Mauna Loa berarti “Gunung Panjang” dalam bahasa Hawaii, deskripsi yang tepat untuk ukurannya yang sangat besar.
Mauna Loa telah meletus 33 kali sejak letusan pertamanya yang tercatat pada tahun 1843, dengan letusan terakhirnya terjadi pada bulan November 2022. Letusan ini biasanya tidak bersifat eksplosif, menghasilkan aliran lava yang dapat menempuh jarak yang sangat jauh dan menimbulkan risiko bagi masyarakat setempat. Gunung berapi ini dipantau secara ketat oleh para ilmuwan di Hawaiian Volcano Observatory, yang mempelajari aktivitasnya untuk lebih memahami proses vulkanik dan mengurangi bahaya. Makna budayanya juga sangat dalam, karena Mauna Loa dianggap sakral dalam tradisi Hawaii, melambangkan kekuatan Pele, dewi api dan gunung berapi.
.
2. Tamu Massif (13.123 kaki)
Tamu Massif, gunung berapi perisai bawah laut yang terletak di barat laut Samudra Pasifik, merupakan gunung berapi tunggal terbesar di Bumi berdasarkan luas permukaannya. Gunung ini membentang lebih dari 120.000 mil persegi, sehingga ukurannya sebanding dengan negara bagian New Mexico. Ditemukan pada tahun 2013, Tamu Massif terbentuk sekitar 145 juta tahun yang lalu dan sekarang dianggap telah punah.
Tidak seperti kebanyakan gunung berapi, Tamu Massif sepenuhnya terendam, dengan puncaknya terletak hampir 6.500 kaki di bawah permukaan laut. Penemuannya mengubah pemahaman para ilmuwan tentang vulkanisme bawah laut, mengungkap bahwa dataran tinggi samudra dapat menjadi tempat tinggal bagi gunung berapi dalam skala kolosal. Tamu Massif tetap menjadi subjek yang menarik bagi para ahli geologi yang menjelajahi aktivitas vulkanik purba di planet ini.
3. Gunung Kilimanjaro (19.341 kaki)
Gunung Kilimanjaro, di Tanzania, adalah gunung berdiri bebas tertinggi di dunia dan merupakan stratovolcano yang tidak aktif. Terdiri dari tiga kerucut gunung berapi—Kibo, Mawenzi, dan Shira—Kilimanjaro terakhir kali meletus sekitar 360.000 tahun yang lalu, dan Kibo masih berpotensi aktif. Puncak Kilimanjaro yang diselimuti salju merupakan ikon, menjulang tinggi di atas sabana Afrika.
Gunung ini telah menjadi tujuan impian bagi para pendaki dan petualang. Gunung ini telah menginspirasi banyak kisah, termasuk cerita pendek terkenal karya Ernest Hemingway berjudul The Snows of Kilimanjaro . Akan tetapi, gletser di sana mencair dengan cepat akibat perubahan iklim, dan para ilmuwan memperkirakan gletser tersebut akan menghilang sepenuhnya dalam beberapa dekade, menjadikan Kilimanjaro sebagai pengingat nyata dampak pemanasan global.
4. Gunung Fuji (12.388 kaki)
Gunung Fuji, puncak tertinggi di Jepang, merupakan gunung berapi stratovolcano yang masih aktif dan merupakan simbol negara tersebut. Kerucutnya yang hampir simetris merupakan hasil dari letusan selama ribuan tahun, dengan letusan terakhirnya terjadi pada tahun 1707. Keindahan Gunung Fuji telah menginspirasi banyak karya seni, termasuk karya Hokusai yang ikonik, Thirty-Six Views of Mount Fuji .
Secara budaya, Gunung Fuji dianggap sebagai tempat suci dalam tradisi Shinto dan Buddha. Setiap tahun, ribuan peziarah dan wisatawan mendaki lerengnya untuk menyaksikan matahari terbit, sebuah fenomena yang dikenal sebagai Goraiko . Sejarah geologi dan signifikansi budaya gunung berapi ini menjadikannya ciri utama identitas Jepang.
5. Gunung Etna (10.991 kaki)
Gunung Etna, yang terletak di pulau Sisilia, Italia, adalah gunung berapi aktif tertinggi di Eropa dan salah satu yang paling aktif di dunia. Dengan ketinggian 10.991 kaki, letusannya yang sering terjadi telah membentuk lanskap di sekitarnya dan berdampak pada masyarakat setempat selama ribuan tahun.
Aktivitas Gunung Etna sudah ada sejak 500.000 tahun yang lalu, dan letusannya telah didokumentasikan sejak zaman dahulu. Meskipun berapi-api, tanah vulkaniknya yang subur mendukung kebun anggur dan kebun buah yang luas, sehingga Gunung Etna dijuluki “Raksasa yang Ramah”. Gunung berapi ini juga merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO, yang menarik para ilmuwan dan wisatawan.
6. Gunung Vesuvius (4.203 kaki)
Gunung Vesuvius, dekat Naples, Italia, terkenal karena letusan dahsyatnya pada tahun 79 M yang mengubur kota-kota Romawi Pompeii dan Herculaneum di bawah abu dan batu apung. Meskipun Vesuvius relatif kecil dengan ketinggian 4.203 kaki, sejarah dan potensi letusannya di masa mendatang menjadikannya salah satu gunung berapi yang paling diawasi di dunia.
Vesuvius masih merupakan gunung berapi stratovolcano yang masih aktif, dengan letusan terakhirnya terjadi pada tahun 1944. Kehadirannya yang menjulang merupakan pengingat akan kekuatan alam dan daya tarik bagi para sejarawan dan wisatawan yang menjelajahi reruntuhan Pompeii dan daerah sekitarnya.
7. Gunung Rainier (14.411 kaki)
Gunung Rainier, sebuah stratovolcano di Negara Bagian Washington, adalah puncak tertinggi di Cascade Range dan fitur menonjol dari Pacific Northwest. Puncaknya yang tertutup salju dan gletser yang luas menjadikannya gunung berapi yang mencolok dan berpotensi berbahaya, karena lahar (aliran lumpur vulkanik) dapat mengancam masyarakat sekitar jika terjadi letusan.
Gunung Rainier terakhir kali meletus pada abad ke-19, tetapi gunung ini dianggap sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung ini merupakan tujuan populer bagi para pendaki, pendaki gunung, dan pemain ski, yang menarik pengunjung dengan pemandangan pegunungan Alpen yang menakjubkan dan rute yang menantang.
8. Gunung Elbrus (18.510 kaki)
Gunung Elbrus, yang terletak di Pegunungan Kaukasus Rusia, merupakan gunung berapi tertinggi di Eropa. Puncak kembarnya, keduanya merupakan kubah vulkanik yang tidak aktif, menjulang setinggi 18.510 kaki, menjadikannya tujuan utama bagi para pendaki yang ingin menyelesaikan tantangan Seven Summits.
Elbrus memiliki sejarah yang kaya, termasuk penggunaannya sebagai titik strategis selama Perang Dunia II. Kini, gunung ini menjadi simbol ketahanan dan tempat populer untuk pendakian gunung dan olahraga musim dingin.